
Memutus siklus stres dan tidur membutuhkan kebiasaan yang membantu tubuh lebih rileks sekaligus memperbaiki pola istirahat. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal.
Membuat rutinitas tidur yang teratur
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Jadwal yang konsisten membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Buat pula suasana kamar yang nyaman, gelap, tenang, dan tidak terlalu panas agar tubuh lebih mudah beristirahat.
Meluangkan waktu untuk relaksasi
Sebelum tidur, berikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beralih dari aktivitas harian ke kondisi yang lebih tenang.Kamu bisa mencoba membaca buku, mandi air hangat, melakukan peregangan ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
Latihan pernapasan perlahan dan meditasi juga dapat membantu sebagian orang mengurangi ketegangan. Pilih aktivitas yang terasa nyaman dan tidak membuatmu semakin terbebani.
Mengurangi kebiasaan memikirkan masalah di tempat tidur
Pikiran yang terus berputar tentang pekerjaan, keuangan, hubungan, atau tanggung jawab lainnya dapat membuat seseorang sulit terlelap. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menuliskan hal-hal yang sedang dipikirkan sebelum tidur. Catat pula langkah sederhana yang bisa dilakukan keesokan harinya.
Cara ini tidak serta-merta menghilangkan masalah, tetapi dapat membantu memisahkan waktu untuk memikirkan solusi dari waktu untuk beristirahat.
Membatasi kafein dan penggunaan perangkat elektronik
Konsumsi kopi, teh berkafein, atau minuman energi menjelang waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap. Jika sensitif terhadap kafein, pertimbangkan untuk menghindarinya sejak siang atau sore hari.
Penggunaan ponsel juga sebaiknya dibatasi menjelang tidur, terutama jika aktivitas tersebut membuat pikiran semakin aktif atau memicu kecemasan.
Sebagai gantinya, pilih kegiatan yang lebih menenangkan selama 30–60 menit sebelum waktu tidur.
Menghindari menyalahkan diri sendiri
Sulit tidur bukan berarti seseorang gagal mengelola stres. Justru, tekanan untuk harus segera tidur dapat membuat seseorang semakin cemas dan terjaga.
Jika belum bisa terlelap setelah beberapa waktu, cobalah bangun dari tempat tidur dan lakukan aktivitas tenang dengan pencahayaan redup. Kembalilah ke tempat tidur ketika mulai mengantuk. Fokuslah pada kebiasaan yang bisa dikendalikan, bukan memaksa diri untuk langsung tertidur.
Stres dan gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi, produktivitas, pengaturan emosi, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, stres berkepanjangan dapat membuat seseorang terus merasa tegang dan kesulitan beristirahat. Gangguan tidur kronis juga berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan fisik dan mental.
Namun, dampaknya tidak sama pada setiap orang dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan serta kebiasaan sehari-hari. Karena itu, penting untuk tidak menganggap gangguan tidur yang terus berulang sebagai sesuatu yang harus selalu ditoleransi.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.