Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sepelekan Batuk saat Karhutla, Bisa Jadi Tanda Gangguan Pernapasan

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |19:05 WIB
Jangan Sepelekan Batuk saat Karhutla, Bisa Jadi Tanda Gangguan Pernapasan
Karhutla. (Foto: BNPB)
A
A
A

3. Kenali Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan

Asap Karhutla Sempat Selimuti Langit Jakarta, BMKG: Berada di Ketinggian 4 Km

dr. Itna mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami sesak napas berat untuk memeriksakan diri. Napas yang terasa lebih berat dari biasanya pun perlu diperhatikan, terlebih jika disertai batuk yang tidak kunjung membaik.

Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Pertama, napas terasa berat. Kondisi ini perlu diperiksa, terutama jika muncul saat melakukan aktivitas ringan atau semakin memburuk.

Kedua, batuk tidak kunjung membaik. Batuk yang menetap selama satu hingga dua minggu perlu mendapat perhatian medis, terutama jika tidak menunjukkan perbaikan.

Ketiga, batuk semakin parah. Keluhan yang terus memburuk atau kembali muncul setelah sempat membaik perlu dievaluasi.

Keempat, muncul mengi atau nyeri dada. Gejala ini dapat menandakan gangguan pada saluran pernapasan atau kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan.

Kelima, sesak napas. Jika sesak terasa berat, terjadi secara mendadak, atau disertai bibir kebiruan maupun penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa sesak napas, napas cepat, dan nyeri dada merupakan gejala yang memerlukan perhatian medis. Batuk yang tidak membaik setelah beberapa hari hingga lebih dari satu minggu, terutama jika disertai gejala lain, juga sebaiknya diperiksakan.

“Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menggunakan masker juga masih perlu ditingkatkan, padahal kualitas udara sedang berada dalam kondisi yang berisiko bagi kesehatan,” ucap dr. Itna.

“Tanda yang paling mudah kita rasakan adalah ketika napas mulai terasa lebih berat. Kita tidak perlu menunggu sampai mengalami sesak napas yang parah. Jika napas terasa berat atau batuk tidak kunjung membaik setelah satu hingga dua minggu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” sambungnya.

4. Cara Mengurangi Risiko Paparan PM2.5

Selain mengenali gejala, masyarakat juga perlu melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polusi udara. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Pertama, gunakan masker yang sesuai. Saat kualitas udara memburuk atau terdapat paparan asap, gunakan masker partikulat yang sesuai dan pastikan terpasang dengan rapat.

Kedua, kurangi aktivitas di luar ruangan. Batasi kegiatan berat di luar ruangan ketika kadar polusi tinggi, terutama jika mulai mengalami keluhan pernapasan.

Ketiga, pantau kualitas udara. Informasi kualitas udara dapat membantu menentukan waktu dan intensitas aktivitas luar ruangan.

Keempat, hindari sumber asap. Jauhi asap rokok, pembakaran sampah, dan sumber polusi lain sebisa mungkin.

Kelima, jangan abaikan gejala. Segera cari pertolongan medis jika napas terasa berat, batuk memburuk, atau muncul keluhan yang mengkhawatirkan.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement