ORANGTUA kerap merasa bingung ketika anak sudah terlihat sehat setelah mengalami batuk pilek. Demam sudah hilang, nafsu makan kembali, tubuh tidak lagi lemas, tetapi batuk dan pilek masih tersisa.
Tak sedikit yang menganggap kondisi tersebut sudah tidak menular sehingga anak boleh kembali beraktivitas di sekolah. Namun, apakah tindakan itu benar?

Dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, menjelaskan bahwa anak yang masih mengalami batuk tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain. Hal ini bisa terjadi lewat percikan droplet yang keluar saat batuk.
Namun, ia menegaskan bahwa selama anak masih batuk dan menghasilkan percikan droplet, risiko penularan virus masih tetap ada. Karena itu, keputusan mengizinkan anak kembali ke sekolah sebaiknya tidak hanya didasarkan pada hilangnya demam atau membaiknya kondisi tubuh, tetapi juga mempertimbangkan frekuensi batuk yang masih dialami anak.
"Memang kalau misalnya kondisi anak sudah fit, sudah enak, tinggal batuk pilek, kalau ditinggal di rumah, enggak masuk sekolah tuh kayaknya orang tua ngerasa sayang. Sudah bayar uang sekolah mahal-mahal, dia enggak masuk," ujar dr. Atika dalam program Morning Zone di YouTube Okezone.
"Selama dia masih mengeluarkan batuk, yang ada percikan droplet, itu masih bisa banget menularkan,” lanjutnya.