Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyusuri Sisi Lain Kudus yang Kini Bertransformasi Jadi Destinasi Sports Tourism

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |20:19 WIB
Menyusuri Sisi Lain Kudus yang Kini Bertransformasi Jadi Destinasi <i>Sports Tourism</i>
Kudus jadi destinasi wisata olahraga terbaru
A
A
A

KUDUS - Bertahun-tahun nama Kabupaten Kudus, Jawa Tengah lekat di benak masyarakat sebagai salah satu pusat peradaban, ziarah religi, serta surga kuliner di Pulau Jawa. Namun, siapa sangka, di balik lanskap kota yang sarat sejarah dan kehangatan tradisi, Kudus perlahan tengah bertransformasi: mewujudkan diri menjadi destinasi sports tourism yang dinamis, modern, dan jauh lebih ‘sangar’.

Cerita tentang Kudus kini tak lagi terbatas pada keanggunan arsitektur Masjid Menara Kudus atau gurihnya Soto Kerbau. Kabupaten di kaki Gunung Muria ini mulai menyatukan tiga potensi terbaiknya: Heritage & Culture, Nature & Adventure, serta High-Performance Sports—menjadi sebuah ekosistem pariwisata terpadu yang siap memikat wisatawan.

Kombinasi unik ini membuat Kudus mulai disebut-sebut The Ultimate Adventure Playground—sebuah 'taman bermain' petualangan yang memadukan adrenalin, keasrian alam, dan kekayaan budaya sekaligus.

Kudus memiliki identitas kultural yang kuat dan unik. Kota ini punya jejak sejarah toleransi dan spiritualitas peninggalan Wali Sanga, yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria. Wisatawan yang berkunjung akan disuguhi suasana ziarah yang khusyuk di kawasan Menara Kudus—sebuah mahakarya akulturasi budaya Islam dan Hindu yang autentik.

Namun, petualangan di Kudus tak lengkap tanpa mencicipi tradisi kulinernya yang kaya rempah. Kota ini punya tradisi olahan daging kerbau yang lahir dari kearifan lokal penghormatan antarumat beragama. Yang paling dikenal tentu saja Soto Kudus berdaging kerbau yang empuk berpadu kuah bening gurih manis dengan aroma rempah yang kuat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement