JAKARTA - Jalan kaki sering menjadi pilihan olahraga yang sederhana untuk mengelola berat badan. Selain lebih ramah bagi persendian, aktivitas ini juga baik untuk kesehatan jantung.
Mengutip laman Health, jika tujuan utamanya adalah menurunkan berat badan, maka kamu bisa berjalan kaki sekitar empat sampai lima kali dalam seminggu dengan durasi masing-masing 50–60 menit.
Namun, durasi tersebut bukan aturan mutlak. Yang paling penting adalah melakukannya secara konsisten dan menyesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Berjalan kaki selama sekitar 50 menit, empat kali seminggu, mampu mengurangi berat badan dan lemak di perut. Jika berjalan selama 50 menit sekaligus terasa berat, durasinya bisa dibagi menjadi beberapa sesi yang lebih singkat dalam sehari.
Sebuah penelitian pada 2019 juga menemukan bahwa orang yang berjalan setidaknya 25 menit dua kali sehari selama enam hari dalam seminggu mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan mereka yang berjalan selama 50 menit sekaligus sekali sehari.
Jumlah kalori yang terbakar saat berjalan kaki bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain usia, tingkat kebugaran, berat badan, serta kecepatan berjalan.
Sebagai gambaran, seseorang dengan berat sekitar 70 kilogram dapat membakar sekitar 280 kalori setelah berjalan selama 60 menit dengan kecepatan sedang, yakni sekitar 5,6 kilometer per jam. Jika kecepatannya ditingkatkan menjadi sekitar 7,2 kilometer per jam, kalori yang terbakar bisa mencapai sekitar 460 kalori.
Angka 10.000 langkah per hari sering dianggap sebagai target ideal untuk menurunkan berat badan. Namun, tak semua orang harus langsung mencapai angka tersebut.
Sebaiknya kamu perlu mengetahui terlebih dahulu rata-rata jumlah langkah harian. Setelah itu, target bisa ditingkatkan sekitar 2.000–2.500 langkah per hari dari kebiasaan sebelumnya.
Sebagai contoh, jika biasanya berjalan sekitar 5.000 langkah sehari, target awal bisa dinaikkan menjadi 7.000–7.500 langkah. Target tersebut kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari peningkatan jumlah langkah dapat mulai mencapai titik datar sekitar 7.500 langkah. Artinya, mencapai 10.000 langkah bukan suatu keharusan, terutama jika target tersebut sulit dipertahankan secara konsisten.
Jadi, tak ada satu angka langkah atau durasi yang wajib dicapai semua orang. Yang lebih penting adalah menemukan pola jalan kaki yang sesuai dengan kondisi tubuh dan bisa dilakukan secara konsisten.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.