Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nycta Gina Tak Berani Obati Keluarganya meski Punya Gelar Dokter: Ada Tanggung Jawab Moral

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2026 |12:05 WIB
Nycta Gina Tak Berani Obati Keluarganya meski Punya Gelar Dokter: Ada Tanggung Jawab Moral
Nycta Gina dan keluarga. (Foto: dok Instagram/missnyctagina)
A
A
A

JAKARTA - Ketika seorang dokter mendapati anggota keluarga inti tengah sakit, hal pertama yang terbesit di pikiran mungkin adalah langsung turun tangan memberikan pertolongan medis. Namun, hal tersebut ternyata tak berlaku bagi Nycta Gina.

Dokter sekaligus aktris yang ikonik dengan karakter Jeng Kelin ini mengaku tak berani mengobati anggota keluarga intinya, baik anak maupun suami, saat mengalami sakit. Cerita tersebut dibagikan Gina dalam cuplikan podcast Warung Kopi yang diunggah di akun Instagram Gofar Hilman, @pergijauh.

Dalam unggahan tersebut, ia membeberkan fakta unik tentang dirinya yang jarang diketahui publik. Meski memegang gelar medis, ia membatasi perannya hanya sebatas membuat diagnosis awal.

"Eh, tapi itu adalah sebuah fun fact juga bahwa gue sebagai dokter, gue bisa mungkin mendiagnosis nih kira-kira kalau anak gue atau suami gua sakit segala macam, tapi gue enggak berani ngobatin," kata Gina, dikutip Minggu (4/10/2026).

Fenomena ini, menurut Gina, juga dialami oleh banyak tenaga medis lainnya ketika berhadapan dengan orang-orang di lingkaran terdekat mereka.

"Takut gua. Pokoknya kalau ring one, lu tanya sama dokter-dokter juga rata-rata begitu. Kalau keluarga yang dekat banget, yang inner circle-nya banget, itu biasanya tuh kayak 'lu berobat ke orang lain deh' gitu, walaupun tahu gitu," ucapnya.

Alasan utamanya adalah besarnya beban emosional dan kekhawatiran akan risiko kesalahan penanganan medis yang berujung pada penyesalan mendalam.

"Gua takut nanti kalau gua melakukan kesalahan atau apa, kan nanti kayak tanggung jawab moral gue itu anak gue, itu suami gua, gitu," tutur Gina.

Dalam kehidupan sehari-hari, Gina kerap berdiskusi dengan sang suami, Rizky Kinos, mengenai gejala yang dialami buah hati mereka. Ia menyarankan pertolongan awal, namun tetap memilih membawa keluarganya ke dokter anak.

"Jadi kalau anak gua sakit, biasanya tuh kayak gue udah tahu nih, 'Ini jangan-jangan ini ya'. Kadang gue suka jelasin juga ke Kinos, 'Kayak minum obatnya begini deh Mas' atau apa, 'Eh tapi kita bawa yuk ke dokter anak yuk' gitu," tuturnya.

Menariknya, sesampainya di dokter anak, diagnosis dan resep obat yang diberikan biasanya persis seperti perkiraan Gina. Hal ini tak jarang membuat sang suami berseloroh karena harus mengeluarkan biaya konsultasi ekstra.

"Entar sampai dokter anak, didiagnosis atau obatnya kurang lebih sama. Makanya dia suka kurang ikhlas kalau ngeluarin kartu, 'Kan, aku bilang juga apa'. Kalau enggak kan gratis, gitu dia tuh," kata Gina sambil tertawa.

Saat ditanya apakah keraguan tersebut merupakan bagian dari kode etik kedokteran, Gina menjelaskan bahwa hal itu lebih kepada naluri kemanusiaan dan ikatan emosional seorang ibu maupun istri.

"Kayaknya emang naluri aja sih. Kalau salah, entar rasa merasa bersalahnya kan takutnya seumur hidup," ungkapnya.

Pengalaman Rekan Sejawat

Guna memperkuat alasannya, Gina menceritakan pengalaman seorang rekan sejawatnya yang merupakan dokter spesialis ortopedi. Meski terbiasa melakukan bedah tulang setiap hari, dokter tersebut tak sanggup ketika harus mengoperasi anaknya sendiri yang mengalami patah tulang saat kegiatan field trip.

"Kagak bapaknya yang operasi. Padahal itu udah makanan hari-hari bapaknya. Tapi tetap aja dia refer ke orang lain, ke dokter lain. Kayak 'Wah enggak bisa, enggak bisa saya kalau operasi sendiri'," paparnya.

Sebab itu, untuk penanganan medis yang membutuhkan tindakan lebih jauh, Gina memilih untuk selalu mencari pendapat kedua (second opinion) dari sejawat dokter lainnya demi keamanan serta ketenangan pikiran.

"Tapi kalau yang ringan-ringan doang gitu masih oke. Tapi kalau udah kayak 'Aduuh enggak bisa nih, kayaknya menurut gua sih ini, tapi yuk coba cari second opinion-nya yuk, kita ke dokter lagi' gitu," ucap Gina.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement