JAKARTA — Padatnya aktivitas harian hingga tuntutan pekerjaan tak jarang membuat sebagian orang baru memiliki waktu luang untuk berolahraga pada malam hari, khususnya di kalangan masyarakat urban dengan mobilitas pekerjaan yang padat.
Bahkan, tak sedikit yang sengaja memilih pergi ke pusat kebugaran (gym) saat larut malam, hingga melampaui pukul 12 malam. Lantas, apakah kebiasaan ini aman bagi kesehatan dan metabolisme tubuh?
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, memberikan pandangannya terkait tren olahraga tengah malam ini. Ia menegaskan bahwa secara alami, waktu malam dirancang oleh tubuh sebagai masa pemulihan dan istirahat optimal. Sehingga, waktu olahraga di malam hari secara fakta dinilai kurang bagus bagi tubuh.
“Dibilang nggak bagus, kurang bagus. Fact, kurang bagus. Malam itu waktu untuk beristirahat dan untuk recovery. Ndak usah diperdebatkan lagi itu,” ujar dr. Tirta dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu (4/10/2026).
Meski demikian, ia tak memungkiri adanya kondisi khusus bagi sebagian orang, seperti pekerja shift malam atau mereka yang mobilitasnya sangat tinggi. Bagi kelompok ini, memilih waktu olahraga di malam hari sering kali menjadi satu-satunya opsi yang tersisa.
Menurutnya, tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap rutinitas harian. “Cuma ada beberapa orang yang shift malam dan ada waktunya cuma malam. Ya kalau tubuhmu sudah adaptasi, ya your choice,” tuturnya.
Dokter Tirta menambahkan bahwa batasan waktu setiap orang dalam berolahraga juga dipengaruhi oleh situasi harian masing-masing. Tidak semua orang bisa dan nyaman berolahraga di pagi atau sore hari sehingga mereka harus berolahraga di malam hari.
“Karena ingat, walaupun tubuh kita itu recover saat malam, manusia itu adalah makhluk yang paling bisa beradaptasi dengan kondisi sekitarnya. Jadi ada beberapa kondisional yang membuat manusia itu tidak bisa nge-gym di pagi, sore, siang, ya mungkin karena kesibukan,” kata dr. Tirta.
Meski tubuh dapat beradaptasi, dr. Tirta mengingatkan adanya konsekuensi biologis dari kebiasaan berolahraga larut malam, terutama terkait proses pemulihan otot dan pelepasan hormon.
“Sehingga dia nge-gym-nya di tengah malam. Cuma manfaat nge-gym tengah malam itu akan membuat recover tubuh telat. Karena hormon growth itu munculnya saat malam, saat tidur,” ucapnya.
Siklus tidur yang terganggu akibat efek stimulan dari olahraga berat dapat memicu keterlambatan fase pemulihan fisik. Oleh karena itu, jika memungkinkan, ia menyarankan untuk memilih waktu olahraga yang lebih ideal di sore atau awal malam hari.
“Makanya saya tuh kalau nge-gym ya habis magrib atau ya sebelum magrib. Cuma kan itu privilege. Ada beberapa orang yang sampai rumah baru jam 9, jam 10 malam. Kalaupun dipaksa banget tengah malam, ya enggak usah nge-push,” ucap dr. Tirta.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.