JAKARTA - Susah BAB (buang air besar) seringkali dihubungkan dengan kekurangan cairan. Inilah mengapa minum lebih banyak jadi kiat umum untuk melancarkan pencernaan. Namun, bagaimana kalau masih kesulitan buang air besar padahal sudah minum cukup air?
Hidrasi merupakan salah satu dari beberapa faktor yang memengaruhi kebiasaan buang air besar. Sembelit yang terus menerus sebaiknya dipantau, karena mungkin ada penyebab lain yang terabaikan.
Melansir Hindustan Times, Dokter Vineet Kumar Gupta, Direktur Senior dan Kepala Bagian Institute of Gastro Science di ShardaCare-Healthcity, menjelaskan, air putih saja tak cukup untuk mengatasi sembelit dan perlu untuk memperhatikan penyebab lainnya.
“Sembelit seringkali dilihat sebagai kekurangan cairan. Meskipun minum air dalam jumlah yang cukup dapat melancarkan buang air besar, namun itu tidak meredakan sembelit," ujarnya.
Menurutnya, memang mudah untuk minum beberapa gelas air putih sepanjang hari, namun tinja seseorang yang sedang sembelit bisa tetap keras, sehingga menyulitkan proses buang air besar dan menimbulkan rasa seolah-olah usus tidak dapat dikosongkan sepenuhnya.
Minum air tidaklah cukup. Keteraturan buang air besar bergantung pada faktor lain, mulai dari pola makan hingga rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa penjelasan dari dr. Gupta: