Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Sering Pakai Cat Rambut Bisa Berisiko Kanker Payudara?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 27 September 2026 |16:05 WIB
Benarkah Sering Pakai Cat Rambut Bisa Berisiko Kanker Payudara?
Ilustrasi pakai cat rambut. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Mewarnai rambut jadi cara yang umum bagi sebagian orang, terutama perempuan untuk mengubah penampilan. Namun, di balik hasrat ingin tampil dengan warna rambut baru, sebenarnya apakah ada bahaya dari bahan kimia dalam cat rambut?

Melansir Cleveland Clinic, sejumlah penelitian memang menemukan adanya hubungan antara penggunaan cat rambut dan beberapa jenis kanker. Namun, hasil penelitian secara keseluruhan masih beragam dan belum menunjukkan hubungan yang pasti. 

Faktanya, mengubah warna rambut memang membutuhkan campuran berbagai bahan kimia. Cleveland Clinic menyebut, cat rambut mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia.

Beberapa di antaranya termasuk kelompok zat yang diketahui dapat menyebabkan kanker atau karsinogen. Ada pula bahan kimia yang dikhawatirkan dapat memengaruhi hormon di dalam tubuh.

Cat rambut permanen biasanya mengandung lebih banyak bahan kimia dibandingkan cat rambut semipermanen dan sementara. Cat dengan warna lebih gelap juga cenderung memiliki konsentrasi bahan kimia dan karsinogen yang lebih tinggi. 

Hubungan Pewarna Rambut dan Kanker Payudara

Salah satu penelitian besar dari National Institutes of Health (NIH) pada 2019 mengungkapkan hubungan antara penggunaan cat rambut, pelurus rambut berbahan kimia, dan kanker payudara.

Penelitian yang dikenal sebagai Sister Study tersebut melibatkan lebih dari 45.000 perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang rutin menggunakan cat rambut permanen memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. 

Dalam penelitian yang sama, terdapat perbedaan berdasarkan kelompok ras. Perempuan kulit hitam yang menggunakan cat rambut permanen memiliki risiko 45 persen lebih tinggi, sedangkan peningkatan risikonya sekitar 7 persen pada perempuan kulit putih.

Namun, angka tersebut merupakan hasil asosiasi dalam penelitian dan bukan berarti cat rambut secara pasti menjadi penyebab kanker payudara.

Sementara itu, hubungan antara cat rambut semipermanen dan kanker payudara juga pernah diteliti. Hasilnya tidak sesederhana cat rambut permanen.

Dalam Sister Study, penggunaan cat rambut semipermanen secara keseluruhan tidak menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Namun, ditemukan adanya hubungan pada perempuan yang menggunakan cat semipermanen sendiri tanpa bantuan penata rambut profesional. 

Artinya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami apakah jenis cat rambut, cara penggunaannya, atau faktor lain berperan dalam hubungan tersebut.

Bukan Hanya Kanker Payudara

Peneliti juga telah melihat kemungkinan hubungan antara cat rambut dan berbagai jenis kanker lainnya, termasuk kanker kandung kemih, limfoma non-Hodgkin, leukemia, kanker kulit, dan kanker rahim.

Namun, untuk sejumlah jenis kanker tersebut, hasil penelitian secara umum belum menunjukkan hubungan yang signifikan. 

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang berada di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa penggunaan cat rambut secara pribadi belum dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat karsinogeniknya pada manusia.

Di sisi lain, IARC menemukan risiko yang berbeda pada penata rambut atau tukang cukur yang terpapar cat rambut secara rutin karena pekerjaannya. Paparan dalam pekerjaan tersebut dikategorikan sebagai kemungkinan bersifat karsinogenik. 

Jadi, belum ada kesimpulan yang mengungkapkan bahwa penggunaan cat rambut secara pribadi pasti menyebabkan kanker. Penelitian yang ada memang menemukan beberapa hubungan, tetapi hasilnya masih beragam.

Intinya, risiko kanker tidak dilihat hanya dari satu faktor. Riwayat keluarga, gaya hidup, serta paparan dari lingkungan rumah maupun tempat kerja juga perlu dipertimbangkan.

Jika memiliki kekhawatiran mengenai risiko kanker, termasuk kanker payudara, sebaiknya diskusikan dengan tenaga kesehatan. Dengan begitu, berbagai faktor risiko bisa terlihat secara menyeluruh, bukan hanya kebiasaan mewarnai rambut.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement