MENJAGA kulit agar tetap sehat dan tampak awet muda tidak harus dilakukan dengan rutinitas yang rumit. Kunci utamanya adalah konsisten merawat kulit, melindunginya dari paparan sinar matahari, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.
Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami berbagai perubahan. Produksi minyak alami dapat berkurang, regenerasi sel kulit melambat, dan tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kulit kering, serta perubahan warna kulit mulai lebih terlihat.

Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari untuk membantu menjaga kesehatan dan tampilan kulit. Dilansir dari Health Line, berikut 6 langkah perawatan kulit untuk bantu cegah tanda-tanda penuaan.
Membersihkan wajah merupakan langkah dasar yang tidak boleh dilewatkan. Proses ini membantu mengangkat sisa produk perawatan kulit, makeup, minyak alami, kotoran, dan polutan yang menempel sepanjang hari.
Pilih pembersih wajah yang lembut dan tidak membuat kulit terasa tertarik setelah dicuci. Pembersih yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung kulit dan menyebabkan kulit lebih mudah mengalami kekeringan atau iritasi.
Tidak perlu memilih pembersih dengan terlalu banyak bahan aktif. Produk pembersih hanya bersentuhan dengan kulit dalam waktu singkat sehingga bahan aktif untuk perawatan tertentu biasanya lebih efektif digunakan dalam tahap berikutnya, seperti serum.
Apakah toner wajib digunakan? Tidak selalu. Toner pada dasarnya dapat menjadi tambahan dalam rutinitas perawatan kulit, tetapi bukan langkah wajib bagi semua orang. Jika pembersih yang digunakan sudah sesuai dan kulit terasa nyaman setelah mencuci wajah, Anda tidak harus menambahkan toner.
Seiring bertambahnya usia, proses pergantian sel kulit dapat melambat. Penumpukan sel kulit mati kemudian dapat membuat wajah terlihat kusam dan teksturnya terasa kurang rata.
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, jangan melakukannya secara berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu skin barrier.
Ada dua jenis eksfoliasi, yaitu fisik dan kimia. Eksfoliasi fisik menggunakan alat atau bahan yang membantu mengangkat sel kulit mati secara mekanis. Sementara itu, eksfoliasi kimia menggunakan bahan tertentu untuk membantu melepaskan sel kulit mati.
Bahan seperti alpha-hydroxy acids (AHA), termasuk glycolic acid dan lactic acid, sering digunakan dalam produk eksfoliasi. Pilih konsentrasi dan frekuensi penggunaan yang sesuai dengan kondisi kulit.
Serum biasanya memiliki konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi dibandingkan pelembap. Karena itu, produk ini dapat menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit untuk membantu mengatasi berbagai masalah tertentu.
Untuk perawatan kulit dengan fokus anti-aging, beberapa bahan yang banyak digunakan antara lain retinoid dan vitamin C. Retinoid, termasuk retinol, dapat membantu mendukung pergantian sel kulit dan menjaga tampilan kulit tetap halus.
Sementara itu, vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas serta dapat membantu membuat warna kulit terlihat lebih merata. Jika baru menggunakan bahan aktif, mulailah secara bertahap dan perhatikan reaksi kulit.
Jangan menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus karena justru dapat menyebabkan iritasi. Saat mengaplikasikan serum, gunakan gerakan lembut. Hindari menggosok atau menarik kulit wajah terlalu kuat.

Kulit cenderung kehilangan kelembapan seiring bertambahnya usia. Kondisi kulit yang kering dapat membuat garis-garis halus terlihat lebih jelas.
Karena itu, pelembap tetap penting meskipun kulit tidak terasa sangat kering. Pilih pelembap berdasarkan kebutuhan kulit dan cari bahan yang membantu mempertahankan kadar air, seperti glycerin atau hyaluronic acid.
Bahan oklusif juga dapat membantu mengurangi penguapan air dari permukaan kulit. Namun, pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan toleransi kulit masing-masing. Menggunakan pelembap secara rutin dapat membantu menjaga skin barrier sehingga kulit terasa lebih lembut, nyaman, dan terhidrasi.
Jika hanya ingin memilih satu kebiasaan penting dalam rutinitas anti-aging, perlindungan dari sinar matahari merupakan salah satu yang paling penting. Paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan seperti kerutan, perubahan warna kulit, dan tekstur kulit yang tidak merata. Kerusakan akibat paparan sinar matahari ini dikenal sebagai photoaging.
Gunakan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum dan SPF 30 atau lebih setiap hari. Jangan hanya menggunakannya ketika pergi ke pantai atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Perlindungan tambahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan pakaian berlengan panjang, topi, kacamata hitam, serta mengurangi paparan langsung sinar matahari, terutama ketika intensitasnya sedang tinggi.
Hal tak kalah penting, hindari sengaja berjemur untuk mendapatkan warna kulit kecokelatan. Sebab, paparan UV berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit.
Kebiasaan sehari-hari dalam memperlakukan kulit juga perlu diperhatikan. Hindari menggosok wajah terlalu keras saat mencuci atau mengeringkannya. Gunakan gerakan lembut ketika mengaplikasikan produk perawatan kulit.
Selain wajah, bagian tubuh lain seperti leher, dada, dan tangan juga dapat menunjukkan tanda-tanda penuaan. Karena itu, jangan hanya mengoleskan sunscreen dan pelembap pada wajah.
Aplikasikan sunscreen pada area kulit yang terpapar sinar matahari, termasuk leher dan tangan. Dengan begitu, perawatan kulit tidak hanya berfokus pada wajah, tetapi juga membantu menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.