Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Gizi Ungkap Faktor Berat Badan Naik Lagi Usai Diet

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |13:10 WIB
Dokter Gizi Ungkap Faktor Berat Badan Naik Lagi Usai Diet
Dokter Gizi Ungkap Faktor Berat Badan Naik Lagi Usai Diet (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Dokter Spesialis Gizi Klinik Karina Marcella mengungkapkan bahwa kenaikan kembali berat badan bukan berarti seseorang gagal menjalani diet. Namun, kondisi tersebut perlu dipantau karena dapat dipengaruhi oleh berbagai perubahan dan faktor yang terjadi selama maupun setelah proses penurunan berat badan.

Pasalnya, obesitas merupakan penyakit multifaktor yang dipengaruhi oleh berbagai aspek. Faktor genetik, misalnya, diperkirakan berkontribusi sekitar 20%–30%.

Kemudian, metabolisme, aktivitas fisik, pola makan, serta faktor lainnya juga dapat berperan dalam menentukan perubahan berat badan.

"Jadi apabila berat badan naik-turun, jangan langsung merasa gagal. Kita perlu melihat apa yang terjadi dan faktor apa yang mungkin menyebabkan perubahan tersebut," katanya di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Jangan Fokus ke Timbangan

Pada saat menjalankan diet, ia menyarankan agar seseorang tidak hanya berfokus pada angka di timbangan.

Berat badan dapat berubah dari waktu ke waktu akibat berbagai faktor, termasuk perubahan cairan tubuh dan makanan yang baru dikonsumsi. Karena itu, penimbangan berat badan pun sebaiknya tidak harus dilakukan setiap hari.

Dia juga lebih menyarankan penimbangan sekitar satu kali dalam seminggu untuk memantau perubahan secara berkala tanpa terlalu berfokus pada fluktuasi berat badan harian.

Menurut dia, rutin, hal yang lebih penting untuk diperhatikan saat diet justru ialah komposisi tubuh, seperti massa lemak, massa otot, dan cairan. Pemeriksaan komposisi tubuh dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap dua minggu. Indikator lain yang dapat digunakan adalah indeks massa tubuh (IMT), yang melihat perbandingan antara berat badan dan tinggi badan.

Pengukuran ini dapat memberikan gambaran apakah berat badan seseorang berada dalam rentang normal, berlebih, atau termasuk kategori obesitas. Selain itu, lingkar pinggang dan persentase lemak tubuh juga dapat menjadi indikator lain yang patut diperhatikan.

Pada perempuan, lingkar pinggang umumnya diharapkan berada di bawah 80 sentimeter, sedangkan pada laki-laki di bawah 90 sentimeter.

Kemudian, persentase lemak tubuh pada perempuan umumnya berada di kisaran 20%–30%, sedangkan pada laki-laki cenderung lebih rendah.

"Jadi, untuk menjaga berat badan tetap berkelanjutan, kita sebaiknya tidak hanya melihat angka kilogram, tetapi juga BMI, lingkar pinggang, dan komposisi tubuh," tuturnya.

Dokter Karina mengingatkan bahwa dalam upaya menurunkan berat badan melalui diet, masyarakat perlu lebih selektif dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial. Berbagai metode diet kini banyak diperbincangkan, tetapi tidak semuanya dapat diterapkan pada setiap orang tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membeli atau menggunakan obat penurun berat badan secara sembarangan tanpa pendampingan dokter.

Penggunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

Sementara itu, VP Consultation & Diagnostics Ignasius Hasim menyatakan kesadaran masyarakat terhadap obesitas semakin meningkat. Hal ini juga diikuti dengan meningkatnya keinginan untuk menjalani pola hidup lebih sehat, termasuk menurunkan berat badan hingga mencapai kondisi yang dianggap ideal.

"Peningkatan tersebut salah satunya terlihat dari jumlah sesi konsultasi di Halo Fit. Dalam setahun terakhir, Halo Fit mencatat lebih dari 68.000 sesi konsultasi terkait obesitas, dengan jumlah yang terus meningkat dari bulan ke bulan," tutupnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement