JAKARTA - Diet Mediterania dikenal sebagai salah satu pola makan yang banyak diteliti karena dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Pola makan yang terinspirasi dari kebiasaan masyarakat di kawasan Mediterania ini tak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga kesehatan jantung dan metabolisme.
Sejumlah penelitian mengaitkan pola makan Mediterania dengan risiko yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker. Pola makan ini juga disebut dapat mendukung kesehatan kognitif.
Meski begitu, masih banyak orang yang menganggap diet Mediterania mahal dan sulit dilakukan. Padahal, menurut ahli gizi yang dikutip dari TIME, menerapkan pola makan ini tak harus dilakukan secara drastis.
Kuncinya adalah melakukan perubahan kecil secara bertahap. Lantas, bagaimana cara memulainya?
Salah satu prinsip utama diet Mediterania adalah memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan. Namun, kamu tidak harus selalu membeli bahan yang segar. Sayuran dan buah beku maupun kalengan juga bisa menjadi pilihan yang praktis dan lebih hemat.
Bahan makanan beku atau kalengan umumnya sudah dibersihkan dan siap digunakan sehingga dapat menghemat waktu memasak. Selain itu, produk tersebut bisa disimpan lebih lama sehingga membantu mengurangi makanan yang terbuang karena busuk.