Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jarak Kelahiran Ternyata Pengaruh pada Risiko Stunting, Ini Penjelasannya!

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 23 September 2026 |20:05 WIB
Jarak Kelahiran Ternyata Pengaruh pada Risiko Stunting, Ini Penjelasannya!
Ilustrasi kelahiran. (Foto: dok Magnific/jcomp)
A
A
A

Program KB sendiri menjadi salah satu cara bagi pasangan untuk merencanakan jarak kelahiran tersebut. Penggunaan kontrasepsi juga berperan penting mencegah kehamilan yang termasuk dalam kategori "4 Terlalu".

Usia terlalu muda, terlalu tua, jarak kehamilan terlalu dekat, maupun jumlah kehamilan yang terlalu banyak. Untuk perempuan yang hamil pada usia di atas 35 tahun misalnya, perlu konsultasi konsultasi lebih sering dengan tenaga kesehatan karena kehamilan pada usia tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi.

“Edukasi. Kalau dia milihnya yang apa, yang jangka pendek, ya apa boleh buat,” ujarnya.

Karena itu, perencanaan keluarga tidak hanya menyangkut berapa jumlah anak yang ingin dimiliki, tetapi juga kapan kehamilan direncanakan dan seberapa jauh jarak antar-kelahiran. 

Dengan perencanaan tersebut, pasangan diharapkan dapat mempersiapkan kondisi kesehatan ibu sekaligus memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak dengan lebih optimal.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement