Sementara pisang matang mengandung sekitar 12 hingga 13 gram gula per 100 gram. Di sisi lain, proses pematangan membuat kandungan serat dan pati pada pisang menurun.
Pisang mengandung resistant starch, yaitu jenis pati yang sulit dicerna tubuh dan memiliki karakteristik yang mirip dengan serat makanan. Ketika pisang semakin matang, jumlah pati ini ikut berkurang.
Artinya, pisang dengan kulit yang mulai dipenuhi bintik cokelat bukan cuma terasa lebih manis. Kandungan seratnya juga lebih rendah dibandingkan pisang yang masih sedikit mentah.
Perbedaan tingkat kematangan juga berpengaruh terhadap dampaknya pada gula darah. Pisang yang masih sedikit mentah cenderung memberikan dampak yang lebih kecil terhadap gula darah dibandingkan pisang yang sudah matang atau terlalu matang.
Meski begitu, bukan berarti pisang matang harus dihindari. Semua tingkat kematangan pisang masih tergolong makanan dengan indeks glikemik rendah dan berkat kandungan serat serta resistant starch-nya, umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang besar.