Influenza dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila disertai komplikasi, salah satunya pneumonia. Karena itu, orang tua perlu mengetahui tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Dr. Ardi menyebut beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti anak mengalami sesak napas atau dada tertarik saat bernapas, bibir dan kulit tampak kebiruan, tanda dehidrasi, sulit dibangunkan, kejang, serta demam dan batuk yang sempat membaik tetapi kembali memburuk.
Untuk mengurangi risiko penularan, dr. Ardi menyarankan sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya mengurangi kontak dekat dengan banyak orang, tetap berada di rumah atau tempat perawatan ketika sakit, mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker, serta menjaga ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan.
“Jangan lupa vaksin influenza setiap tahun American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk semua anak usia ≥6 bulan tanpa kontraindikasi. Influenza bukan sekadar batuk-pilek biasa. Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan tahu kapan anak harus diperiksa,” pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.