Meski begitu, posisi tidur bukan satu-satunya cara untuk mengatasi sleep apnea. Jika seseorang sering mendengkur keras, terbangun sambil tersedak atau megap-megap, mengalami jeda napas ketika tidur, atau sangat mengantuk pada siang hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Tidur tengkurap sering dianggap sebagai posisi yang kurang baik karena leher harus diputar ke salah satu sisi dalam waktu cukup lama.
Posisi tersebut bisa memberikan tekanan tambahan pada leher, bahu, dan punggung bagian bawah. Risikonya bisa lebih terasa jika seseorang memang sudah memiliki masalah pada otot atau persendian.
Namun, tidur tengkurap tidak otomatis buruk untuk semua orang. Jika seseorang nyaman tidur dalam posisi tersebut dan bangun tanpa mengalami rasa sakit, kaku, atau mati rasa, tak selalu ada alasan untuk mengubahnya.
Yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh setelah tidur. Jika setiap bangun tidur leher atau punggung terasa sakit, posisi tengkurap mungkin perlu dievaluasi.