
Penggunaan tampon pun tidak selalu menyebabkan kerusakan pada himen. Hal tersebut bergantung pada bentuk, ukuran, dan elastisitas himen masing-masing individu.
Begitu pula dengan menstrual cup, yang digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina dan dapat digunakan dengan aman apabila ukuran serta cara penggunaannya sesuai. Oleh karena itu, anggapan bahwa penggunaan tampon atau menstrual cup secara otomatis “merusak keperawanan” tidak tepat secara medis.
“Pemasangan tampon bisa saja tidak merusak selaput himen,” jelas dr. Fadhilah.
“Kalau pada awam itu kan dibilangnya selaput himen rusak itu enggak perawan. Sebenarnya kan bukan itu karena bisa saja selaput himennya itu bentuknya berbeda atau dia rusak bukan karena aktivitas seksual. Jadi tidak mengindikasikan keperawanan," tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.