Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuci Kaki dengan Garam dan Cuka, Benarkah Bisa Atasi Bau dan Jamur?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |12:05 WIB
Cuci Kaki dengan Garam dan Cuka, Benarkah Bisa Atasi Bau dan Jamur?
Ilustrasi cuci kaki dan merendam kaki. (Foto: dok Magnific/jcomp)
A
A
A

Rendaman kaki ini dapat dilakukan sekitar dua hingga tiga kali seminggu, selama kulit tidak mengalami masalah atau iritasi. 

Namun, frekuensi tersebut bukan berarti semakin sering dilakukan akan semakin baik. Penggunaan cuka secara berlebihan atau terlalu lama dapat berpotensi mengiritasi kulit, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Setelah merendam kaki, penggunaan pelembap juga dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit. Langkah ini terutama bermanfaat bagi orang yang memiliki tumit kering atau mudah pecah-pecah. 

Jangan Dilakukan Jika Ada Luka Terbuka

Tak semua orang cocok mencoba metode ini. Jika kulit kaki sedang mengalami luka terbuka atau sangat sensitif, sebaiknya jangan langsung merendamnya dengan campuran cuka dan garam. Sifat asam pada cuka dapat menyebabkan rasa perih atau memperparah iritasi pada kulit yang mengalami kerusakan.

Begitu pula jika kaki mengalami infeksi jamur yang cukup parah, luka yang sulit sembuh, atau masalah kulit yang sudah didiagnosis dokter. Rendaman kaki tak seharusnya menggantikan pengobatan yang diberikan tenaga medis. 

Jadi, Apakah Garam dan Cuka Ampuh untuk Kaki?

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement