Meski begitu, bukan berarti olahraga bisa menggantikan tidur. Tidur tetap memiliki peran penting dalam memulihkan tubuh dan otak.
Walaupun hasil penelitian terdengar menjanjikan, olahraga tetap tak bisa dianggap sebagai pengganti tidur yang cukup.
Kurang tidur dalam jangka panjang dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh dan otak. Penelitian ini lebih menunjukkan bahwa olahraga atau tidur siang berpotensi mengurangi dampak kognitif dari kondisi kurang tidur yang tak bisa dihindari.
Jadi, kalau suatu malam tidur kurang karena pekerjaan, perjalanan, atau keadaan tertentu, berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan aktivitas fisik selama beberapa menit mungkin dapat membantu menjaga kemampuan otak tetap bekerja dengan baik.
Namun, setelah itu, tetap prioritaskan tidur yang cukup. Bagaimanapun, olahraga dan tidur bukan pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya justru sama-sama penting untuk menjaga kesehatan otak dan kemampuan mengingat.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.