Kentang goreng, ayam goreng, gorengan, dan berbagai makanan yang dimasak dengan cara digoreng dapat mengandung lemak dan kalori tinggi. Jika minyak yang digunakan tidak tepat atau digunakan berulang kali, kualitas lemak dalam makanan juga dapat menjadi masalah.
Makanan gorengan yang tinggi garam juga dapat menambah asupan sodium. Untuk menjaga kesehatan jantung, pilih metode memasak seperti memanggang, mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak.

Pizza sebenarnya tidak selalu menjadi makanan yang harus dihindari. Kandungannya sangat bergantung pada bahan dan cara pembuatannya. Namun, pizza komersial, terutama yang berasal dari restoran cepat saji, sering kali mengandung sodium, lemak, dan kalori dalam jumlah tinggi.
Topping berupa daging olahan, keju berlebihan, serta saus tertentu dapat semakin meningkatkan kandungan tersebut. Jika ingin mengonsumsi pizza, pilih topping sayuran, gunakan keju secukupnya, dan perhatikan ukuran porsinya.
Minuman bersoda umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan serta risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.
Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung dan dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, gagal jantung, stroke, serta kenaikan berat badan. Air putih tetap menjadi pilihan minuman utama untuk menjaga kesehatan tubuh.
Mentega mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL.
Sebagai alternatif, penggunaan minyak nabati yang kaya lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun, dapat menjadi pilihan yang lebih ramah bagi kesehatan jantung.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.