MENJAGA pola makan merupakan salah satu bagian penting dalam merawat kesehatan jantung. Utamanya bagi orang yang sudah memiliki penyakit jantung.
Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan kadar kolesterol, tekanan darah, berat badan, maupun kadar gula darah sehingga berpotensi memperburuk risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi atau dihindari agar kesehatan jantung tetap terjaga.

Dilansir dari WebMD, berikut 9 jenis makanan yang perlu diperhatikan:
Makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Asupan garam yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Sementara itu, konsumsi gula dan lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih serta gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit jantung. Karena itu, penderita penyakit jantung sebaiknya lebih cermat membaca label nutrisi dan membatasi makanan yang tinggi gula tambahan, sodium, serta lemak jenuh.
Daging sapi, kambing, dan jenis daging merah lainnya tetap dapat dikonsumsi. Namun, porsinya perlu diperhatikan, terutama jika memilih bagian yang tinggi lemak.
Lemak jenuh dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Kadar LDL yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah. Jika ingin mengonsumsi daging, pilih bagian yang lebih rendah lemak dan buang lemak yang terlihat sebelum dimasak.
Kue, muffin, kukis, dan berbagai produk bakery sering kali mengandung gula tambahan, tepung olahan, serta lemak dalam jumlah cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Beberapa produk juga dapat mengandung lemak jenuh atau lemak trans yang kurang baik bagi kesehatan jantung. Sebaiknya pilih camilan yang lebih sehat, seperti buah, kacang tanpa tambahan garam, atau produk berbahan biji-bijian utuh.
Daging olahan seperti sosis, hot dog, salami, dan produk sejenisnya sebaiknya dibatasi. Makanan tersebut umumnya mengandung sodium yang tinggi dan dapat memiliki kandungan lemak jenuh cukup besar. Konsumsi secara berlebihan tidak ideal bagi orang yang perlu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.
Sebagai alternatif, pilih sumber protein yang lebih minim proses. Di antaranya, ada ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.
Nasi putih, roti putih, pasta, serta makanan ringan berbahan tepung olahan memiliki kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan biji-bijian utuh. Makanan dari karbohidrat olahan juga dapat menyebabkan peningkatan gula darah lebih cepat.
Jika dikonsumsi berlebihan dan menjadi bagian dari pola makan tinggi kalori, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme. Untuk pilihan yang lebih baik, pertimbangkan nasi merah, oat, quinoa, roti gandum utuh, atau pasta gandum utuh.
Kentang goreng, ayam goreng, gorengan, dan berbagai makanan yang dimasak dengan cara digoreng dapat mengandung lemak dan kalori tinggi. Jika minyak yang digunakan tidak tepat atau digunakan berulang kali, kualitas lemak dalam makanan juga dapat menjadi masalah.
Makanan gorengan yang tinggi garam juga dapat menambah asupan sodium. Untuk menjaga kesehatan jantung, pilih metode memasak seperti memanggang, mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak.

Pizza sebenarnya tidak selalu menjadi makanan yang harus dihindari. Kandungannya sangat bergantung pada bahan dan cara pembuatannya. Namun, pizza komersial, terutama yang berasal dari restoran cepat saji, sering kali mengandung sodium, lemak, dan kalori dalam jumlah tinggi.
Topping berupa daging olahan, keju berlebihan, serta saus tertentu dapat semakin meningkatkan kandungan tersebut. Jika ingin mengonsumsi pizza, pilih topping sayuran, gunakan keju secukupnya, dan perhatikan ukuran porsinya.
Minuman bersoda umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan serta risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.
Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung dan dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, gagal jantung, stroke, serta kenaikan berat badan. Air putih tetap menjadi pilihan minuman utama untuk menjaga kesehatan tubuh.
Mentega mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL.
Sebagai alternatif, penggunaan minyak nabati yang kaya lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun, dapat menjadi pilihan yang lebih ramah bagi kesehatan jantung.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.