Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan, pola pernapasan dapat berubah menjadi lebih cepat dan dangkal. Sebaliknya, latihan pernapasan yang dilakukan secara perlahan dan berirama dapat membantu seseorang memusatkan perhatian pada napas sekaligus menciptakan efek menenangkan.
Pernapasan dalam juga kerap menjadi bagian dari meditasi dan yoga. Dengan berkonsentrasi pada ritme napas, seseorang dapat mengalihkan perhatian sejenak dari pikiran yang membuatnya tegang.
Sejumlah penelitian mengenai teknik pernapasan dalam menunjukkan potensi manfaat terhadap kecemasan dan stres. Beberapa penelitian juga menemukan kemungkinan manfaat terhadap tekanan darah, fungsi jantung dan paru-paru, serta kualitas hidup pada kondisi kronis.
Namun, bukti ilmiah untuk manfaat spesifik teknik 4-7-8 masih relatif terbatas. Karena itu, teknik ini sebaiknya dipandang sebagai salah satu metode relaksasi yang dapat dicoba, bukan sebagai pengobatan untuk gangguan kecemasan atau masalah tidur.
Teknik 4-7-8 cukup populer digunakan sebelum tidur. Alasannya, pola napas yang teratur dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan mengurangi fokus terhadap berbagai pikiran yang muncul menjelang tidur.
Ada klaim bahwa teknik ini dapat membuat seseorang tertidur hanya dalam satu menit. Namun, klaim tersebut belum memiliki dukungan penelitian yang kuat.
Setiap orang juga memiliki respons berbeda. Bagi sebagian orang, latihan pernapasan mungkin membantu tubuh menjadi lebih rileks sebelum tidur, sementara bagi orang lain efeknya mungkin tidak terlalu terasa.
Karena itu, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung tertidur setelah melakukan latihan. Fokus utamanya adalah menciptakan kondisi tubuh dan pikiran yang lebih tenang.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.