Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurang Tidur Bisa Bikin Diet Gagal, Ini Penjelasannya

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |20:10 WIB
Kurang Tidur Bisa Bikin Diet Gagal, Ini Penjelasannya
Kurang Tidur Bisa Bikin Diet Gagal, Ini Penjelasannya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Menjaga berat badan tidak hanya bergantung pada pola makan dan olahraga. Kebiasaan tidur yang kurang atau tidak berkualitas juga dapat memengaruhi rasa lapar, keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi, hingga aktivitas fisik sehari-hari.

Edukator sekaligus pelatih tidur (sleep coach) di Indonesia, Vishal Dasani, melalui unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa gangguan tidur yang terjadi berulang kali dapat menyulitkan seseorang dalam mempertahankan atau menurunkan berat badan.

"Kalau kamu sedang berusaha menjaga berat badan, jangan cuma perhatikan apa yang kamu makan. Coba perhatikan juga bagaimana kamu tidur. Ketika tidur di bawah 6 jam, kurang restoratif, dan terjadi terus-menerus, ada beberapa hal yang bisa berubah," ujar Vishal, dikutip Senin (24/8/2026).

Menurut Vishal, tidur yang tidak cukup dan tidak restoratif dapat memengaruhi sejumlah mekanisme tubuh yang berkaitan dengan pengaturan nafsu makan. Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang lebih tertarik mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori tinggi.

"Yang pertama, kita bisa jadi lebih mudah lapar. Terus lebih sulit merasakan kenyang, dan juga keinginan makan makanan yang lebih tinggi kalori atau cravings kita juga bisa meningkat. Di saat yang bersamaan, karena tubuh terasa lelah, kita juga cenderung lebih mager dan lebih sedikit bergerak," jelas dia.

Dampak Kurang Tidur

Kurang tidur juga dapat berdampak pada aktivitas fisik. Ketika tubuh merasa lelah, seseorang cenderung lebih enggan bergerak sehingga pengeluaran energi sehari-hari dapat berkurang.

Jika kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seseorang dapat lebih mudah makan melebihi kebutuhan energi tubuh.

"Nah, coba kita gabungkan semuanya: lebih lapar, lebih susah kenyang, cravings meningkat, lebih sedikit bergerak. Kondisi ini membuat kita lebih mudah makan melebihi kebutuhan tubuh dan akhirnya masuk ke dalam kondisi kalori surplus," tambah Vishal.

Meski demikian, Vishal menegaskan bahwa kurang tidur tidak secara otomatis membuat berat badan langsung bertambah. Hubungan antara kualitas tidur dan berat badan lebih kompleks karena melibatkan perubahan perilaku serta kondisi tubuh yang dapat membuat proses menjaga berat badan menjadi lebih sulit.

"Jadi bukan berarti kurang tidur otomatis bikin berat badan naik. Tapi kalau kualitas tidur terus bermasalah, menjaga berat badan memang bisa menjadi lebih sulit," pungkas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement