
Selain faktor susu, racikan dari kopi itu sendiri juga memegang peranan penting. Kafein yang dicari-cari untuk mengusir kantuk rupanya bekerja secara aktif merangsang pergerakan sistem pencernaan.
"Jadi kan kopi ada kafein ya, that's why itu yang kita cari sebetulnya. Cuma kafein itu sendiri meningkatkan motilitas dari usus. Jadi gampangnya, pergerakan usus itu makin cepat. That's why kenapa kadang bikin mules," jelas dr. Ayman.
Tak hanya merangsang usus, kandungan kafein pada kopi juga berisiko memicu peningkatan asam lambung atau sensitivitas pada area ulu hati bagi sebagian individu.
"Kafeinnya itu sendiri, dia bisa mengiritasi dari lambungnya itu sendiri di beberapa orang. Jadi, beberapa orang yang sensitif kafein, jadinya nggak enak perutnya," tutur dr. Ayman.
Untuk menanggulangi rasa tidak nyaman tersebut, dr. Ayman membagikan tips sederhana bagi para pencinta kopi yang memiliki lambung sensitif. Ia menyarankan agar kopi tidak dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
"So, that's why kenapa kalau minum kopi bagusnya setelah makan buat beberapa orang, biar nggak mengiritasi dari si lambungnya itu sendiri," pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.