“Empat, kalau masih ngompol juga, kita bisa beli alarm ngompol. Suatu alat khusus, sensornya bunyi pas tetesan urin pertama keluar. Anak bangun, matikan alarm, lalu lanjut pipis di toilet,” jelas dr. Andika.
Meski demikian, dr. Andika mengingatkan orang tua agar tidak mengharapkan hasil instan. Menurutnya, terapi untuk mengatasi kebiasaan mengompol membutuhkan proses dan konsistensi.
“Ini terapi lini pertama dengan bukti sains yang cukup kuat dan risiko kambuh paling rendah. Tapi jangan berharap satu bulan langsung kering total. Biasanya terapi ini butuh 8 sampai 12 minggu, yang penting angka ngompolnya turun dari hari ke hari,” tuturnya.
Orang tua juga disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila anak berusia lima hingga enam tahun atau lebih masih sering mengompol, terutama jika kondisi tersebut terjadi pada siang hari dan disertai keluhan lain.
“Dan kalau anak sudah 5 sampai 6 tahun ke atas masih ngompol terus, apalagi siangnya juga ngompol, ada pipis yang sakit, susah keluar, dan haus berlebih, silakan konsultasi segera ke dokter urologi,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.