Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Sekadar Limbah Dapur, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2026 |09:05 WIB
Bukan Sekadar Limbah Dapur, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan
Ilustrasi minyak jelantah. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA — Kebiasaan membuang minyak goreng bekas atau minyak jelantah ke saluran pembuangan dapur kerap dianggap sebagai hal sepele. Praktik tersebut berpotensi besar merusak lingkungan sekaligus mengancam infrastruktur permukiman. Padahal minyak jelantah bisa jadi ladang cuan bagi ibu-ibu rumah tangga. 

Praktisi bisnis lingkungan sekaligus influencer, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya membeberkan bahwa minyak jelantah memiliki dua sisi yaitu sisi dampak lingkungan dan keuntungan jika diperlakukan secara tepat.

"Minyak jelantah itu bukan cuma kotoran dapur yang harus disingkirkan. Dia punya dua sisi. Bisa jadi bencana kalau dibuang sembarangan, atau bisa jadi rezeki kalau dikelola dengan benar," ujar Bang Sap, dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, minyak goreng bekas yang dibuang ke got atau tanah tidak akan larut begitu saja. Karakteristik minyak yang mengendap dan mengeras di dalam saluran pembuangan berisiko tinggi memicu genangan hingga merusak daya resap tanah.

"Coba bayangin, minyak jelantah itu kayak selimut tebal yang nutupin permukaan air. Begitu masuk ke got atau tanah, dia enggak larut kayak air biasa. Dia mengendap, mengeras, dan menyumbat pipa rumahmu. Efeknya, air jadi susah mengalir, banjir kecil muncul di gang-gang perumahan, dan tanah di sekitarnya jadi keras, enggak bisa ngerap air lagi," ucapnya..

Potensi Limbah Minyak Jelantah Jadi Cuan

Dampak ekologis dari limbah minyak jelantah tergolong masif. Merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup, Bang Sap menyebutkan bahwa satu liter minyak jelantah yang terbuang bebas berpotensi mencemari hingga 1.000 liter air tanah. 

Padahal, dibalik potensi pencemarannya, minyak jelantah kini bertransformasi menjadi komoditas strategis. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mulai memperketat regulasi ekspor minyak jelantah, menyusul peningkatannya sebagai bahan baku utama program biodiesel nasional B50.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement