Menurut tim medis, ukuran dan karakteristik emas batangan menjadi perhatian karena benda tersebut cukup padat dan keras. Permukaannya yang relatif halus juga dapat membuat benda lebih sulit dikeluarkan apabila tersangkut di saluran pencernaan.
Jika tidak segera ditangani, benda asing berukuran besar dapat berisiko melukai jaringan saluran pencernaan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi, termasuk luka pada dinding lambung, perforasi, hingga perdarahan.
Dokter kemudian melakukan endoskopi untuk mencari dan mengeluarkan emas tersebut. Prosedur dilakukan dengan hati-hati karena ruang di dalam lambung cukup terbatas dan kesalahan saat mengambil benda asing dapat menyebabkan cedera pada jaringan di sekitarnya.
Dengan menggunakan alat penjepit khusus, tim medis perlahan menarik batangan emas tersebut hingga berhasil dikeluarkan secara utuh. Proses pengambilan berlangsung dalam beberapa menit.
Setelah tindakan selesai, kondisi anak dilaporkan membaik. Tanda-tanda vitalnya juga berada dalam kondisi stabil.