JAKARTA - Minyak nabati atau minyak sayur merupakan salah satu bahan yang hampir selalu tersedia di dapur. Minyak ini sering digunakan untuk menumis atau menggoreng sayuran, membuat saus, dituangkan di atas pizza, hingga mencegah pasta saling menempel.
Minyak zaitun dan minyak nabati termasuk jenis minyak dari tumbuhan yang paling banyak digunakan di berbagai negara. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari cara pembuatan, rasa, kandungan nutrisi, hingga potensi manfaatnya bagi kesehatan.
Minyak zaitun dan minyak nabati berbeda dalam hal bahan baku, cara pengolahan, penggunaan dalam masakan, rasa, serta kandungan nutrisinya.
Berikut beberapa perbedaan utamanya:
Tingkat pengolahan minyak tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga kandungan nutrisinya. Minyak zaitun dan minyak nabati sama-sama mengandung lemak tidak jenuh. Namun, minyak zaitun mengandung lebih banyak lemak tak jenuh tunggal, seperti asam oleat, asam linoleat, dan asam palmitat. Sementara itu, minyak nabati umumnya lebih banyak mengandung lemak tak jenuh ganda omega-6.