Proses pembuatan dilakukan secara bertahap. Dalam satu hari, Tasyi dan timnya mampu menyelesaikan sekitar empat loyang bolu.
Dengan jumlah tersebut, proses pembuatan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Setiap bagian kue harus dipersiapkan hingga akhirnya dapat disusun menjadi satu kesatuan kue batik berukuran raksasa.
Tak hanya menguras waktu dan tenaga, proyek tersebut juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Tasyi menyebut pembuatan kue batik raksasa itu menghabiskan biaya sekitar Rp35 juta.
Meski membutuhkan waktu hingga puluhan jam dan biaya yang tidak sedikit, usaha tersebut terbayar ketika kue akhirnya berhasil diselesaikan. Menariknya, kue batik raksasa tersebut tidak hanya dibuat untuk dipamerkan.
Setelah rampung, kue itu kemudian dibagikan kepada ribuan orang. Aksi tersebut membuat kue raksasa buatan Tasyi tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi bentuk berbagi dengan masyarakat di momen kemerdekaan.