
Vishal menjelaskan, salah satu kriteria insomnia khususnya pada kondisi yang kronis jika seseorang mengalami kesulitan tidur, meski memiliki waktu yang cukup. Kondisi itu terjadi selama tiga malam dalam satu minggu dalam kurun waktu 3 bulan berturut-turut sampai mengganggu aktivitas harian.
“Dan satu lagi, enggak semua gangguan tidur adalah insomnia. Ada sleep apnea, restless legs syndrome, ada jet lag, ada shift work disorder, ada DSPD, ada ASPD, ada narkolepsi, dan masih banyak lagi,” jelas Vishal.
Maka dari itu, Vishal mengingatkan agar masyarakat tidak sembarang dan salah kaprah menyematkan istilah insomnia. Alangkah baiknya dicari tahu terlebih dahulu atau memeriksakan diri saat merasa tidur terganggu.
“Jadi kalau tidur kamu lagi berantakan, jangan buru-buru kasih label ‘insomnia’. Cari tahu dulu, tidurmu sedang terganggu atau memang ada gangguan tidur yang perlu ditangani. Karena keduanya terdengar sangat mirip, tetapi cara kita menyikapinya bisa sangat berbeda,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.