Berangkat dari ketidakcekatan gerak pada salah satu sisi tangan tersebut, langkah pemindaian mendalam pun segera dilakukan. Hasil pencitraan medis mengonfirmasi secara pasti bahwa pemicu utama dari hilangnya kelincahan gerak tersebut berasal dari gangguan di area serebelum.
“Kemudian kita lakukan pemeriksaan CT scan, dan hasilnya luar biasa. Ada stroke bukan di otak besar, tetapi di otak kecil atau serebelum," kata dr. Fajar.
Serebelum sendiri memegang peranan kunci sebagai pusat kendali keseimbangan dan penyesuaian gerak tubuh. Oleh karena itu, serangan stroke di area otak kecil ini memunculkan sensasi limbung atau oyong alih-alih kelumpuhan total, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan rasa pusing berputar atau kehilangan keseimbangan secara mendadak.
“Jadi gejala-gejalanya memang tidak khas, karena stroke di serebelum tidak ada kelemahan motorik, tangan-kakinya kuat, hanya dia gangguan oyong/keseimbangan," tutur dr. Fajar.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.