Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan:
Genetik: Bayi yang keluarganya punya riwayat alergi musiman, asma, atau dermatitis atopik lebih rentan terkena eksim.
Faktor Lingkungan/Pemicu: Termasuk alergen (seperti bulu hewan, debu, serbuk sari, makanan tertentu), barang keperluan bayi (seperti tisu basah, bedak, atau losion wangi), jenis kain, produk rumah tangga (sabun, detergen baju), suhu (panas, udara kering, keringat), serta infeksi seperti flu biasa.
Bagaimana Cara Mengobatinya?
Meskipun tidak bisa disembuhkan total, kamu bisa meredakan gejalanya dengan tiga langkah utama:
Gunakan krim eksim bayi yang bebas pewangi untuk memperbaiki pelindung kulit dan menjaga kulit tetap terhidrasi. Waktu terbaik buat memakaikan pelembab adalah sehabis mandi atau kapan pun kulit bayi terlihat kering.
Terapkan Aturan 3 Menit. Setelah bayi dimandikan dengan air hangat, tepuk-tepuk kulitnya pelan-pelan (jangan digosok), lalu segera oleskan krim eksim pada kulitnya yang masih agak lembab dalam waktu maksimal 3 menit setelah keluar dari bak mandi. Ini ampuh buat mengunci kelembaban!
Untuk eksim ringan, biasanya dokter akan menyarankan salep hidrokortison 1 persen yang dijual bebas (oleskan 2 kali sehari, maksimal selama seminggu). Jika eksimnya sedang sampai parah, dokter bisa memberikan resep salep khusus.
Amati dan hindari hal-hal yang sering memicu ruam pada bayi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa bayimu ke dokter anak (pediatrik) jika kulitnya menunjukkan tanda-tanda infeksi. Bayi dengan eksim sangat rentan kena infeksi karena pelindung kulitnya tidak bekerja maksimal, apalagi kalau mereka terus-terusan menggaruk. Tanda infeksi, seperti:
Ruam bengkak dan warnanya berubah jadi merah gelap atau keunguan
Bayi merasa kesakitan jika disentuh
Demam atau menggigil.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.