Ilustrasi eksim pada bayi. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Eksim pada bayi atau dermatitis atopik infantil adalah kondisi kulit yang umum terjadi di mana bercak-bercak pada kulit bayi menjadi kering, gatal, dan sensitif. Biasanya, ruam ini muncul di area kulit kepala, dahi, dan pipi. Kondisi ini menimpa sekitar 10-20 persen anak-anak di seluruh dunia.
Melansir Cleveland Clinic, penyebab utamanya sering kali karena faktor keturunan (genetik). Banyak bayi dengan kondisi ini terlahir dengan kekurangan protein khusus (filaggrin) yang tugasnya membentuk dinding pelindung yang kuat antara kulit dan lingkungan sekitar.
Akibatnya, pelindung kulitnya lemah sehingga alergen dan zat pemicu iritasi gampang masuk, yang kemudian bikin ruam dan gatal. Eksim pada bayi memang tidak ada obat penyembuhnya secara total, tetapi gejalanya bisa dikendalikan dengan krim eksim bayi dan obat-obatan.
Gejala Eksim
Gejalanya adalah ruam berbintik yang biasanya muncul setelah bayi terpapar pemicu, seperti kain, suhu, sabun, atau alergen.
- Bayi di bawah 6 bulan: Ruam sering muncul di kulit kepala dan wajah (dahi, pipi, dagu, dan area mulut).
- Bayi di atas 6 bulan: Ruam bisa mulai terlihat di area siku dan lutut.
Pada bayi berkulit terang, ruamnya akan terlihat merah. Sedangkan pada bayi dengan warna kulit lebih gelap, ruam mungkin tampak sedikit lebih gelap dari warna asli kulitnya. Gejala lain yang bisa muncul antara lain:
- Rasa gatal hebat yang sampai bisa mengganggu tidur bayi.
- Kulit kering yang bisa pecah-pecah dan berdarah.
- Luka lepuh.
- Ruam yang berair/mengeluarkan cairan.
Kenapa Eksim Bisa Muncul?
Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan:
- Genetik: Bayi yang keluarganya punya riwayat alergi musiman, asma, atau dermatitis atopik lebih rentan terkena eksim.
- Faktor Lingkungan/Pemicu: Termasuk alergen (seperti bulu hewan, debu, serbuk sari, makanan tertentu), barang keperluan bayi (seperti tisu basah, bedak, atau losion wangi), jenis kain, produk rumah tangga (sabun, detergen baju), suhu (panas, udara kering, keringat), serta infeksi seperti flu biasa.
Bagaimana Cara Mengobatinya?
Meskipun tidak bisa disembuhkan total, kamu bisa meredakan gejalanya dengan tiga langkah utama:
- Gunakan krim eksim bayi yang bebas pewangi untuk memperbaiki pelindung kulit dan menjaga kulit tetap terhidrasi. Waktu terbaik buat memakaikan pelembab adalah sehabis mandi atau kapan pun kulit bayi terlihat kering.
- Terapkan Aturan 3 Menit. Setelah bayi dimandikan dengan air hangat, tepuk-tepuk kulitnya pelan-pelan (jangan digosok), lalu segera oleskan krim eksim pada kulitnya yang masih agak lembab dalam waktu maksimal 3 menit setelah keluar dari bak mandi. Ini ampuh buat mengunci kelembaban!
- Untuk eksim ringan, biasanya dokter akan menyarankan salep hidrokortison 1 persen yang dijual bebas (oleskan 2 kali sehari, maksimal selama seminggu). Jika eksimnya sedang sampai parah, dokter bisa memberikan resep salep khusus.
- Amati dan hindari hal-hal yang sering memicu ruam pada bayi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa bayimu ke dokter anak (pediatrik) jika kulitnya menunjukkan tanda-tanda infeksi. Bayi dengan eksim sangat rentan kena infeksi karena pelindung kulitnya tidak bekerja maksimal, apalagi kalau mereka terus-terusan menggaruk. Tanda infeksi, seperti:
- Luka lepuh berisi cairan
- Ada kerak berwarna kuning di sekitar ruam
- Ruam bengkak dan warnanya berubah jadi merah gelap atau keunguan
- Bayi merasa kesakitan jika disentuh
- Demam atau menggigil.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.