2. Stres Berat: Stres terbukti bisa membuat folikel rambut "beristirahat" secara paksa, sehingga rambut yang sedang dalam masa pertumbuhan jadi rontok dan mudah patah.
3. Hipotiroidisme (Tiroid Kurang Aktif): Kelenjar tiroid yang kurang aktif memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk menghentikan pertumbuhan rambut. Kalau rambutmu patah disertai rasa lelah berlebih dan berat badan naik tiba-tiba, ada baiknya cek ke dokter.
4. Gangguan Makan: Kondisi seperti anoreksia atau bulimia membuat tubuh kekurangan gizi yang parah. Akibatnya, tubuh tidak punya cukup nutrisi untuk mempertahankan kesehatan rambut.
Untuk mencegah kerusakan lebih parah, cobalah membiarkan rambut kering secara alami (diangin-anginkan) sesering mungkin dan hindari memakai topi yang terlalu sempit. Kalau kamu sudah memperbaiki rutinitas perawatan rambut tapi masih saja sering patah, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain di baliknya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.