Bentuknya juga macam-macam, yakni krim (cocok untuk kulit kering), stik (aman untuk area sekitar mata), dan gel (bagus untuk area berambut seperti kulit kepala). Hati-hati kalau memakai bentuk spray (semprot), karena susah menakar jumlah yang pas dan ada risiko terhirup oleh anak.
Cara, Waktu, dan Area Pemakaian
Agar perlindungannya maksimal, pakai sunscreen dengan cara ini:
Oleskan 15 sampai 30 menit sebelum anak keluar rumah.
Jangan lupakan area yang sering terlewat seperti telinga, tangan, kaki, bahu, dan belakang leher. Oleskan juga di bawah tali baju renang (berjaga-jaga kalau talinya bergeser). Lindungi juga bibir dengan lip balm ber-SPF 30.
Pakai yang banyak! Dokter kulit menyarankan sekitar 1 ons (seukuran gelas takar obat kecil) untuk seluruh area tubuh yang terbuka. Bisa juga pakai 9 sendok teh untuk seluruh tubuh.
Oles Ulang (Reapply): Oleskan ulang setiap 2 jam, atau setiap kali anak selesai berenang dan berkeringat parah.
Semua anak butuh perlindungan, apa pun warna kulitnya! Kulit gelap memang punya lebih banyak melanin alami, sehingga tidak gampang terbakar, tapi kulit mereka tetap bisa rusak akibat sinar matahari.
Untuk bayi di bawah 6 bulan, usahakan jauhkan dari sinar matahari langsung. Pakaikan baju tipis yang menutupi lengan dan kaki, plus topi. Kalau terpaksa harus berpanas-panasan, kamu boleh mengoleskan sedikit saja sunscreen di area kulit yang terbuka, seperti wajah dan punggung tangan.
Nah, kamu perlu ingat beberapa hal penting ini:
Hindari sunscreen yang mengandung bahan PABA yang bisa memicu alergi kulit dan oxybenzone yang bisa ganggu hormon.
Untuk anak yang kulitnya sensitif, lebih baik pilih sunscreen mineral (yang berbahan aktif zinc oxide atau titanium dioxide).
Jangan sayang membuang sunscreen yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, atau yang sudah kamu simpan lebih dari 3 tahun.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.