Kebaya Janggan memiliki desain yang maskulin sekaligus sangat tertutup. Ciri khasnya adalah kerah tegak (stand collar) yang tinggi menutupi leher, sangat mirip dengan kerah pada kerah baju Surjan (pakaian adat pria keraton Yogyakarta).
Bagian depannya menyilang menutupi dada dengan deretan kancing yang posisinya menyamping (biasanya dari kerah turun ke sisi kiri tubuh) atau disembunyikan di balik lipatan kain. Karena potongannya yang rapi, tertutup, dan berkerah tinggi, Kebaya Janggan sering kali memberikan siluet tubuh yang sangat tegap, kuat, dan karismatik bagi pemakainya.
Walaupun banyak perempuan sering menganggap kebaya adalah pakaian asli keraton, tetapi sejarawan meyakini bahwa bentuk awal kebaya justru terinspirasi dari pakaian tunik panjang yang dibawa oleh pedagang Arab dan Portugis (kata kebaya sendiri diyakini berasal dari bahasa Arab 'abaya yang berarti pakaian).
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.