
dr. Atika menambahkan, tidak semua anak yang terpapar virus atau bakteri akan langsung sakit. Anak dengan sistem imun yang tetap kuat memiliki peluang lebih besar untuk tetap sehat meski berada di lingkungan yang sama.
"Misalnya ada teman yang enggak ikut hujan-hujanan atau enggak main sampai capek, dia juga terpapar kuman yang sama, tapi enggak sakit karena daya tahan tubuhnya tetap terjaga," ujar dr. Atika.
Menurutnya, daya tahan tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari asupan gizi, imunisasi, kualitas tidur, hingga aktivitas fisik. Aktivitas yang terlalu berat tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup dapat membuat kondisi tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
Karena itu, orang tua tidak perlu melarang anak bermain atau beraktivitas di luar ruangan secara berlebihan. Yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, serta segera mengeringkan tubuh dan berganti pakaian setelah kehujanan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.
“Jadi sebenarnya daya tahan tubuh itu selain berpengaruh dari makanan, dari imunisasi dan lain sebagainya. Aktivitas fisik yang terlalu berlebihan juga bikin mereka agak drop gitu,” tutup dr. Atika.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.