LARANGAN anak bermain hujan-hujanan atau terlalu capek hingga disebut bisa menyebabkan batuk, pilek, dan demam. Hal ini bahkan sudah lama dipercaya banyak orang tua.
Namun, apakah benar hujan dan kelelahan menjadi penyebab anak mudah sakit? Ataukah hal tersebut hanya mitos semata?
Dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya merupakan mitos. Menurutnya, hujan atau aktivitas fisik yang berlebihan memang tidak secara langsung menyebabkan batuk atau pilek, tetapi dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
"Sebetulnya ini enggak semata-mata semuanya mitos. Kalau misalnya sering hujan-hujanan atau aktivitas berlebih, sudah pasti daya tahan tubuh kita bisa menurun. Nah, saat daya tahan tubuh menurun dan kita terpapar virus, bakteri, atau kuman, kita jadi lebih gampang sakit," ujar dr. Atika dalam program Morning Zone di YouTube Okezone.
dr. Atika pun menjelaskan alasan mengapa orang tua zaman dulu sering melarang anak bermain terlalu lama hingga kelelahan. Pasalnya, usai main terlalu capek, anak-anak kerap sakit.
"Makanya orang tua dulu bilang, jangan kecapekan nanti batuk pilek. Biasanya karena badan kita sudah capek, daya tahan tubuh makin turun, lalu kuman masuk dan akhirnya muncul gejala penyakit," jelasnya.

dr. Atika menambahkan, tidak semua anak yang terpapar virus atau bakteri akan langsung sakit. Anak dengan sistem imun yang tetap kuat memiliki peluang lebih besar untuk tetap sehat meski berada di lingkungan yang sama.
"Misalnya ada teman yang enggak ikut hujan-hujanan atau enggak main sampai capek, dia juga terpapar kuman yang sama, tapi enggak sakit karena daya tahan tubuhnya tetap terjaga," ujar dr. Atika.
Menurutnya, daya tahan tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari asupan gizi, imunisasi, kualitas tidur, hingga aktivitas fisik. Aktivitas yang terlalu berat tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup dapat membuat kondisi tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
Karena itu, orang tua tidak perlu melarang anak bermain atau beraktivitas di luar ruangan secara berlebihan. Yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, serta segera mengeringkan tubuh dan berganti pakaian setelah kehujanan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.
“Jadi sebenarnya daya tahan tubuh itu selain berpengaruh dari makanan, dari imunisasi dan lain sebagainya. Aktivitas fisik yang terlalu berlebihan juga bikin mereka agak drop gitu,” tutup dr. Atika.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.