Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Mental Illness Versi Ade Rai, Terjadi jika Pikiran Salah Konsumsi Informasi

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |08:05 WIB
Mengenal Mental Illness Versi Ade Rai, Terjadi jika Pikiran Salah Konsumsi Informasi
Ade Rai. (Foto: Instagram)
A
A
A

TREN pembahasan mengenai kesehatan mental (mental health) kian mendapat perhatian khusus di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Terlebih, gangguan kesehatan mental saat ini sudah mulai merebak di kalangan anak muda.

Binaragawan Indonesia, Ade Rai, pun turut soroti mental Illness. Dia punya pandangan sendiri soal mental Illness tersebut.

8 Mitos dan Fakta Seputar Masalah Kesehatan Mental, Jangan Salah Kaprah Ya Mom!

1. Mengenal Mental Illness Versi Ade Rai

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) per semester 1 tahun 2026, gangguan kesehatan mental mulai banyak didapati aoda kelompok usia SMP dan meningkat pada usia SMA. Menanggapi fenomena ini, binaragawan sekaligus pakar kesehatan ternama Indonesia, Ade Rai, memberikan perspektif menarik mengenai pemicu terjadinya gangguan kesehatan mental atau mental illness.

Dalam sebuah klip video podcast dalam channel YouTube Allifa Media Official yang diunggah di akun instagramnya, Ade Rai mengatakan bahwa kondisi kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi oleh pikirannya sehari-hari. Ade Rai menggambarkan proses ini sama persis dengan bagaimana makanan fisik mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

"Badan kita adalah akumulasi daripada apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita, itu namanya nutrisi. Jadi kalau salah makan, ya kita jadi mencret. Kalau benar makan, kita jadi kuat, misalnya seperti itu. Nah, pikiran kita juga sama, adalah akumulasi daripada apa yang kita makan," kata Ade Rai.

Ade Rai menjelaskan bahwa jika tubuh fisik menerima asupan melalui mulut, maka pikiran manusia menerima asupan melalui jalur yang berbeda, yaitu panca indra. Makanan bagi pikiran ini bukanlah karbohidrat atau protein, melainkan data dan informasi yang diserap setiap hari.

“Nah cuma, kalau makanan nutrisi kita masukkan melalui mulut, nah kalau misalnya isi pikiran kita, itu namanya bukan nutrisi, tapi namanya data dan informasi. Nah kita masukkannya melalui apa? bukan melalui mulut, melalui panca indra. Jadi apa yang kita dengar, apa yang kita saksikan, apa yang apa, itu jadi makanan pikiran kita," jelas dia.

 

2. Penyebab Mental Illness

Menurutnya, di era digital saat ini, masyarakat termasuk anak muda banyak disuguhkan oleh berbagai informasi secara masif melalui media sosial dan internet. Ia menilai, kemudahan akses ini juga berpotensi memperbesar peluang seseorang untuk "salah makan" atau mengonsumsi informasi yang keliru dan melemahkan psikologis mereka.

Dampak dari salah konsumsi informasi ini pun tidak main-main. Jika salah makan secara fisik menyebabkan gangguan pencernaan, maka salah mengkonsumsi informasi bisa berakibat pada kesehatan mental seseorang.

"Bisa enggak ada salah makan dalam arti data dan informasi? Bisa. Nah makanya ketika salah makan dalam hal mulut, terjadi namanya diare secara fisikalitas,” jelas Ade Rai.

“Nah kalau kita salah makan secara pikiran, data dan informasinya melemahkan, maka terjadi yang namanya diare secara mentalitas, atau yang dikenal dengan namanya mencret secara mental, yang hari ini dikenal yang namanya mental illness gitu," pungkasnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement