Hingga kini penyebab pasti somnambulism belum diketahui. Namun, sejumlah faktor diketahui dapat memicu munculnya kondisi tersebut, antara lain kurang tidur, stres atau tekanan emosional, demam, jadwal tidur yang tidak teratur, hingga gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea.
Selain itu, somnambulism juga bisa terjadi jika seseorang konsumsi obat penenang atau obat tidur tertentu dan juga konsumsi alkohol. Sejumlah penyakit juga bisa jadi penyebab, seperti restless legs syndrome dan penyakit asam lambung (GERD).
Selain itu, faktor keturunan juga berperan. Risiko mengalami somnambulism lebih tinggi pada seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan riwayat kondisi serupa.
Sleepwalking yang hanya terjadi sesekali umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, pemeriksaan ke dokter disarankan apabila kondisi ini terjadi lebih dari satu hingga dua kali dalam seminggu, menimbulkan cedera atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain, mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, dan masih terjadi hingga usia remaja atau baru muncul saat dewasa.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.