Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Narkolepsi? Gangguan Tidur yang Menyebabkan Kantuk Berlebihan

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |22:05 WIB
Apa Itu Narkolepsi? Gangguan Tidur yang Menyebabkan Kantuk Berlebihan
Apa Itu Narkolepsi? (Foto: Freepik)
A
A
A

GANGGUAN tidur tidak hanya berupa sulit tidur atau insomnia. Ada pula kondisi yang membuat seseorang mengalami rasa kantuk yang berlebihan sepanjang hari, bahkan hingga tertidur secara tiba-tiba saat sedang beraktivitas.

Kondisi ini dikenal sebagai narkolepsi, yaitu gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Meski tergolong jarang, narkolepsi dapat berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari, keselamatan, serta kualitas hidup penderitanya.

Mengenal Sleep Paralysis atau Ketindihan, Kondisi yang Bikin Tubuh Tak Bisa Bergerak saat Tidur

Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, dan cara penanganan narkolepsi menjadi langkah penting agar kondisi ini dapat dikenali sejak dini dan dikelola dengan tepat. Berikut Okezone ulas mendalam soal narkolepsi.

1. Apa Itu Narkolepsi?

Dilansir dari Harvard, narkolepsi adalah gangguan neurologis kronis yang memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari, bahkan ketika telah tidur cukup pada malam sebelumnya.

Narkolepsi merupakan salah satu penyebab utama kantuk kronis dan diperkirakan dialami oleh sekitar 1 dari 2.000 orang. Penyakit ini umumnya mulai muncul pada usia remaja, yaitu antara 10 hingga 20 tahun, meskipun pada beberapa kasus dapat berkembang pada usia yang lebih dewasa.

Narkolepsi dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Jumlah angka kejadian antara laki-laki dan perempuan hampir sama.

Meskipun merupakan kondisi seumur hidup, narkolepsi dapat dikelola dengan baik melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup. Alhasil, penderitanya tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif.

2. Gejala Narkolepsi

Gejala narkolepsi biasanya berkembang secara bertahap selama beberapa bulan dan berlangsung dalam jangka panjang. Beberapa gejala yang paling umum meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Kantuk berlebihan pada siang hari (Excessive Daytime Sleepiness/EDS).

Penderita sering merasa sangat mengantuk dan dapat tertidur secara tiba-tiba, bahkan saat sedang bekerja, belajar, berbicara, atau beraktivitas.

2. Katapleksi (cataplexy)

Episode kelemahan otot yang muncul secara tiba-tiba akibat emosi yang kuat, seperti tertawa, terkejut, marah, atau merasa sangat senang. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari kelopak mata yang terasa lemas hingga tubuh kehilangan kekuatan dan menyebabkan penderita terjatuh.

3. Halusinasi saat akan tidur atau bangun

Penderita dapat mengalami pengalaman seperti mimpi yang terasa sangat nyata ketika mulai tertidur atau saat baru terbangun.

4. Kelumpuhan tidur (sleep paralysis)

Kondisi ketika seseorang tidak mampu menggerakkan tubuh atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit saat akan tidur atau baru bangun.

5. Tidur malam yang terganggu

Meskipun mudah mengantuk di siang hari, penderita sering mengalami tidur malam yang terputus-putus dan sering terbangun.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement