Ia kemudian mencontohkan Johanna Quaas, pesenam asal Jerman yang masih aktif berolahraga di usia 100 tahun. Terbukti, Johanna masih segar dan tidak pikun meski usianya telah memasuki 1 abad.
“Usia 100 tahun masih seger dan enggak pikun? Siapa yang enggak mau? Gas olahraga gaes!” lanjutnya.
Menurut Rizal, olahraga rutin bukan hanya membantu mempertahankan massa otot, tetapi juga berkontribusi menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia. Beberapa penelitian juga mengungkap, aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi peradangan, serta membantu menjaga kesehatan sel-sel saraf.
Karena itu, olahraga secara konsisten dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, termasuk Alzheimer dan demensia, di kemudian hari.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.