KEBIASAAN sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil atau sering disebut beser kerap jadi keluhan banyak orang. Sebab, kondisi ini membuat tidur menjadi terganggu.
Fenomena ini sering kali menimbulkan kekhawatiran akan gejala diabetes atau gangguan ginjal. Namun, bagaimana jika hasil laboratorium menunjukkan kadar gula darah dan fungsi ginjal kamu sepenuhnya normal?

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan video edukasinya di Instagram miliknya mengungkapkan bahwa penyebab kondisi tersebut bisa jadi berasal dari kebiasaan sepele yang sering diabaikan sebelum tidur. Salah satunya adalah bermain ponsel smartphone.
dr. Cecep menjelaskan adanya keterkaitan erat antara aktivitas otak saat bermain ponsel dengan hormon penahan kencing. Saat bermain HP, ada potensi hormon tidur atau melatonin terhambat karena otak menjadinaktif. Akhirnya hormon penahan kencing (ADH) menjadi turun dan ginjal terus memproduksi urine.
"Asik main HP berpotensi hambat hormon tidur (melatonin) karena otak aktif, efeknya hormon penahan kencing (ADH) ikutan turun, ginjal terus produksi kencing," jelas dr. Cecep, dikutip Selasa (7/7/2026).

Selain itu, dr. Cecep juga meluruskan anggapan keliru atau mitos yang berkembang di masyarakat. Banyak yang mengira kebiasaan minum air di malam hari adalah penyebab utama ginjal bekerja keras sehingga memicu beser.
Padahal, penurunan hormon Anti-Diuretic Hormone (ADH) akibat otak yang terlalu aktif di malam hari adalah "biang kerok" yang sebenarnya.
“Sekalian ngelurusin mitos nih: banyak yang ngira minum malam bikin ginjal kerja keras, padahal biang keroknya hormon tadi yang lagi turun. Kalau haus pas mau tidur, cukup minum satu sampai dua teguk aja,” tutur dia.
Di sisi lain, bukan hanya bermain handphone atau smartphone yang bisa memicu fenomena di atas. Ada beberapa faktor lain yang juga dapat menjadi pemicu, di antaranya konsumsi kopi atau teh di sore hari.
Menurutnya, sifat dari kafein yang terkandung dalam kedua minuman itu memaksa seseorang untuk buang air kecil. Alhasil, dr. Cecep menyarankan untuk berhenti menum teh atau kopi di sore hari.
Cairan yang menumpuk di kaki juga ternyata bisa jadi pemicu kita terus beser di malam hari. Bahkan, kamar yang terlalu dingin juga bisa menyebabkan hal demikian.
“Kerja duduk/berdiri bikin cairan numpuk di bawah. Pas rebahan, cairannya ngalir ke ginjal. Coba rebahan angkat kaki ke tembok 30 menit tiap sore. Dingin bikin pembuluh darah nyempit, tubuh ngerespons dengan buang cairan. Atur AC secukupnya,” kata dr. Cecep.
Terakhir, ia menyarankan agar masyarakat bisa memeriksakan diri ke dokter jika kencing saat malam hari terasa sakit atau mengeluarkan darah.
“Segera periksa ke dokter kalau besernya dibarengi nyeri, kencing berdarah, atau haus berlebihan yang enggak wajar,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.