Karena itu, kekurangan asam folat pada masa awal kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat tabung saraf atau neural tube defects. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius pada bayi.
Ada kondisi spina bifida, yaitu kondisi sumsum tulang belakang tidak menutup sempurna yang bisa terjadi pada bayi jika kurang asam folat. Lalu, ada anencephaly, ketika otak tidak terbentuk secara sempurna.
Ada juga kondisi encephalocele, yakni kondisi sebagian jaringan otak menonjol keluar melalui celah pada tulang tengkorak. Menurutnya, kelainan tersebut dapat menyebabkan dampak jangka panjang, mulai dari cacat permanen, kelumpuhan, gangguan belajar, hingga meningkatkan risiko kematian pada bayi.
Namun, ancaman risiko itu dapat ditekan secara signifikan apabila perempuan mengonsumsi asam folat pada waktu yang tepat. Konsumsi asam folat bahkan penting dilakukan saat masih merencanakan kehamilan.
“Suplementasi asam folat yang tepat waktu bisa mencegah hingga 50–70% kasus cacat tabung saraf. Oleh karena itu pemberian asam folat sudah bisa mulai diberikan saat seorang wanita sedang merencanakan kehamilannya,” tulisnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.