"Aku merasa seperti terbang. Setelah itu, rasanya seperti tenggelam dalam air dan lumpur sebelum akhirnya terjatuh ke dalam lubang. Aku sendiri tidak tahu bagaimana aku bisa tetap menggenggam bayiku," kenangnya.
Selama terjebak, Dayana sengaja menghemat tenaga agar masih mampu berteriak ketika mendengar suara tim penyelamat berada di sekitar lokasi.
Relawan penyelamat, Merly Adreina Quintero, mengatakan bahwa tim akhirnya menemukan ibu dan bayi tersebut pada Kamis pagi setelah mendengar suara tangisan bayi dan panggilan minta tolong dari Dayana saat proses evakuasi berlangsung.
Sebelumnya, banyak orang mengira keduanya telah meninggal dunia karena sudah berjam-jam tidak ditemukan. Tim penyelamat sendiri dilaporkan melakukan pencarian selama sekitar 12 jam sebelum berhasil menemukan posisi mereka.
Dayana mengaku semakin yakin untuk bertahan ketika mendengar suara sang kakak memanggil namanya dari luar reruntuhan.