JAKARTA - Pernah bingung mau pilih kelas pilates atau yoga? Keduanya memang sekilas terlihat mirip karena sama-sama merupakan olahraga berdampak rendah (low impact) yang menggunakan berat badan kamu sebagai beban. Manfaatnya juga luar biasa untuk kesehatan dan kualitas hidup.
Melansir Healthline, ahli diet dan edukator diabetes, Peggy Pletcher, M.S., R.D., L.D., CDE, membedah tuntas perbedaan keduanya agar kamu bisa memilih mana yang paling pas dengan tujuanmu.
Pilates dikembangkan oleh Joseph Pilates pada akhir Perang Dunia I, awalnya dipakai untuk memulihkan para tentara yang terluka. Olahraga ini fokus pada gerakan-gerakan kecil yang menuntut kerja otot penyeimbang di area punggung dan otot inti (core). Setiap gerakan selalu dimulai dengan tarikan napas terkontrol yang memicu kontraksi otot inti.
Latihan ini bisa dilakukan di atas matras atau menggunakan alat khusus yang mengandalkan pegas dan tuas untuk memberikan beban perlawanan.
Menurut riset Kloubec, J. (2011) dalam Muscles, Ligaments and Tendons Journal, gerakan pilates yang halus sangat cocok dan direkomendasikan untuk lansia, mereka yang sedang dalam masa pemulihan cedera, serta orang yang memiliki kondisi medis seperti radang sendi (arthritis), inkontinensia urine, masalah pernapasan, dan nyeri punggung.
Yoga berasal dari India sejak lebih dari 5.000 tahun lalu dan pertama kali disebutkan dalam kitab suci kuno, Weda. Praktik ini berakar pada lima keyakinan utama: relaksasi yang tepat, olahraga, pernapasan, pola makan, serta pikiran positif dan meditasi.
Berbeda dengan pilates yang fokus pada kekuatan otot inti, yoga lebih menitikberatkan pada kesadaran pikiran (mindfulness) dan pernapasan dalam. Yoga menggabungkan aktivitas fisik dan fokus pikiran untuk menyadari aliran energi di dalam tubuh. Saat mempraktikkannya, kamu akan diminta menahan berbagai pose dan mengalirkan gerakan secara bertahap.
Selain manfaat fisik secara umum, penelitian menunjukkan yoga punya efek terapeutik pada isu medis seperti:
Keduanya bisa dilakukan dengan peralatan minim, hanya butuh matras dan alat bantu tambahan jika diperlukan (seperti balok yoga atau cincin Pilates). Yoga maupun pilates sama-sama menekankan teknik pernapasan diafragma (bernapas dalam hingga ke perut), menuntut fokus mental, mengurangi stres, dan bisa disesuaikan dengan berbagai tingkat kebugaran.
Pilihan terbaik tentu kembali pada kondisi fisik dan apa yang ingin kamu capai:
Selalu konsultasikan dengan dokter dan instruktur sebelum memulai, terutama jika kamu sedang hamil, punya masalah pernapasan, atau mengalami nyeri leher dan punggung. Jangan ragu meminta modifikasi gerakan agar terhindar dari cedera.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.