JAKARTA - Menghadapi anak yang pilih-pilih makanan memang sering menjadi tantangan tersendiri. Dulu saat masih bayi, mereka mungkin sangat lahap mencoba berbagai hidangan bergizi. Namun seiring bertambahnya usia, banyak anak melewati fase di mana makanan olahan tiba-tiba menjadi lebih menarik daripada sayur dan buah segar.
Apakah ada cara agar anak mau makan makanan sehat tanpa adanya paksaan? Tentu saja ada! Menurut para pakar kesehatan anak dari The Center for Advanced Pediatrics, kunci utamanya adalah mengontrol persediaan makanan di rumah serta membuat proses makan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Berikut adalah lima langkah seru yang bisa langsung diterapkan:
Anak sering kali merasa tertekan jika terus-menerus dilarang menyantap camilan manis atau makanan cepat saji. Daripada terlalu fokus membatasi, cobalah alihkan perhatian pada hal-hal positif seperti variasi dan keseimbangan menu.
Kenalkan beragam makanan utuh dengan cara yang menyenangkan. Jika anak ragu mencoba menu baru, pasangkan makanan tersebut dengan hidangan favorit mereka. Misalnya, sajikan potongan brokoli kukus bersama saus celup kesukaannya.
Membangun kebiasaan sehat selalu berawal dari dapur. Ajak anak untuk berpartisipasi saat merencanakan menu mingguan atau ketika berbelanja bahan makanan.
Dengan ikut serta, anak akan merasa memiliki kendali dan pendapatnya dihargai. Mereka pun akan merasa lebih antusias untuk menyantap hidangan yang bahan-bahannya telah mereka pilih sendiri.
Luangkan waktu setidaknya satu kali seminggu, atau sebulan sekali, untuk mencari resep baru melalui buku maupun internet. Setelah itu, ajak si Kecil ke dapur untuk mengeksekusi resep tersebut bersama.
Fakta menariknya, anak-anak dari berbagai usia umumnya lebih bersedia mencicipi makanan yang mereka buat dengan tangan sendiri. Anak yang lebih kecil bisa membantu mengaduk bahan, sementara anak yang lebih besar bisa dilatih menggunakan pisau dapur secara aman.
Sebagai orang tua, tugas utamanya adalah menyediakan deretan pilihan makanan sehat di meja. Akan tetapi, biarkan anak memutuskan seberapa lapar perut mereka dan makanan apa saja yang ingin mereka ambil.
Memberikan kebebasan dalam menata piring merupakan cara yang efektif untuk mendukung kemandirian mereka. Anak juga cenderung lebih berani mencoba hal baru saat mereka diberi wewenang atas piringnya sendiri.
Usahakan untuk selalu makan bersama keluarga sesering mungkin. Banyak kegembiraan dari suatu hidangan justru muncul melalui interaksi dan obrolan hangat di meja makan.
Momen ini sekaligus menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk memberikan contoh kebiasaan makan sehat secara nyata, tanpa perlu menekan atau memaksa anak.
Membangun hubungan yang baik antara anak dan makanan memang membutuhkan proses. Namun dengan langkah-langkah santai di atas, rutinitas makan pasti akan terasa jauh lebih menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga!
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.