
Tak hanya saat berolahraga, manfaat pembakaran kalori juga masih berlanjut setelah latihan selesai. Dokter Adam menjelaskan fenomena itu dikenal sebagai Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC).
Selain itu, latihan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme saat tubuh sedang beristirahat. Efek ini terjadi karena bertambahnya massa otot yang aktif secara metabolik.
dr. Adam menjelaskan, selain membantu mengatur berat badan, latihan kaki juga berkaitan dengan produksi hormon testosteron. Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi dapat memicu respons hormonal akut berupa peningkatan sementara hormon testosteron dan growth hormone (GH).
“Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi bisa memicu respons hormonal akut, yaitu lonjakan testosteron dan growth hormone (GH) pasca-latihan,” jelasnya.
Meski lonjakan hormon tersebut bersifat sementara dan biasanya terjadi dalam rentang 15 hingga 60 menit setelah berolahraga, dr. Adam menilai latihan yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan manfaat bagi tubuh. Untuk itu, ia menegaskan bahwa latihan kaki tidak boleh diabaikan ketika berolahraga.
Karena selain membantu meningkatkan kebugaran dan pembakaran kalori, latihan ini juga berperan dalam menjaga fungsi metabolism. Hal ini juga bisa mendukung kesehatan hormon tubuh.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.