Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Saja Dampak Perceraian pada Anak?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 31 Mei 2026 |15:10 WIB
Apa Saja Dampak Perceraian pada Anak?
Apa Saja Dampak Perceraian pada Anak? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Perceraian orang tua tidak hanya berdampak pada anak yang masih kecil, tetapi juga dapat meninggalkan pengaruh emosional yang mendalam pada anak yang sudah beranjak dewasa. Meski dianggap lebih matang dalam menghadapi masalah keluarga, anak dewasa tetap bisa merasakan kesedihan, kebingungan, hingga tekanan psikologis ketika kedua orang tuanya memutuskan berpisah.

Banyak orang beranggapan bahwa perceraian akan lebih mudah diterima jika anak sudah mandiri. Namun, kenyataannya keputusan tersebut tetap dapat mengubah dinamika keluarga yang selama ini mereka kenal dan rasakan.

Dampak Perceraian pada Anak

1. Menyadari Hidup Akan Menjadi Lebih Rumit

Anak yang sudah dewasa umumnya memahami konsekuensi praktis dari perceraian orang tua. Mereka menyadari bahwa berbagai momen keluarga yang sebelumnya dijalani bersama akan berubah.

Misalnya saat hari raya, liburan keluarga, atau acara penting lainnya. Mereka mungkin harus membagi waktu antara ayah dan ibu atau menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

2. Merasa Tertekan karena Dianggap Harus Memilih Pihak

Meski tidak selalu terjadi, sebagian anak dewasa merasa berada di posisi yang sulit ketika orang tua berpisah. Mereka bisa merasa terjebak di tengah konflik dan khawatir dianggap memihak salah satu pihak.

Kondisi ini dapat semakin berat apabila orang tua terlalu banyak membagikan detail masalah rumah tangga atau saling menyalahkan di depan anak. Akibatnya, anak dapat mengalami tekanan emosional dan hubungan dengan salah satu orang tua menjadi terganggu.

3. Mengalami Kebingungan dan Kehilangan Rasa Aman

Bagi anak yang tumbuh dengan melihat orang tuanya tetap bersama hingga bertahun-tahun, kabar perceraian sering kali menjadi sesuatu yang mengejutkan.

Mereka mungkin mempertanyakan kembali hubungan yang selama ini terlihat baik-baik saja. Tidak sedikit yang merasa bingung dan sulit memahami alasan di balik keputusan tersebut, terutama jika perceraian terjadi setelah puluhan tahun pernikahan.

4. Merasakan Luka Emosional yang Mendalam

Perceraian tetap dapat menimbulkan rasa sedih, kecewa, dan kehilangan pada anak, terlepas dari usia mereka. Situasi bisa menjadi lebih sulit apabila orang tua saling mengkritik, menyalahkan, atau berbicara buruk satu sama lain.

Sebaliknya, ketika kedua orang tua mampu menjaga komunikasi yang baik dan tetap saling menghormati setelah berpisah, anak biasanya lebih mudah menerima keadaan dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Pada akhirnya, perceraian bukan hanya persoalan antara suami dan istri. Keputusan tersebut juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak, termasuk mereka yang telah dewasa. Karena itu, menjaga komunikasi yang sehat dan menghindari melibatkan anak dalam konflik menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak psikologis yang mungkin muncul.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement