Masih banyak anak perempuan yang merasa malu membicarakan menstruasi karena stigma di lingkungan sekitar. Padahal, menstruasi adalah hal alami yang dialami perempuan. Orangtua dapat membantu anak memahami bahwa tidak ada yang perlu dipermalukan dari menstruasi.
Dukungan keluarga sangat penting untuk membangun rasa percaya diri anak. Dengan begitu, anak juga bisa menghilangkan stigma yang selama ini melekat pada menstruasi.

Ketika anak mengalami menstruasi pertama, usahakan tetap tenang dan tunjukkan sikap positif. Peluk anak, dengarkan perasaannya, dan yakinkan bahwa apa yang dialaminya adalah hal normal.
Orangtua juga dapat menyiapkan hal-hal sederhana yang membuat anak merasa nyaman. Di antaranya, makanan favorit, minuman hangat, atau kantong penghangat untuk membantu meredakan nyeri haid.
Saat menstruasi, anak tetap boleh bersekolah, bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas seperti biasa jika kondisinya memungkinkan. Jangan membatasi aktivitas anak hanya karena sedang menstruasi.
Sebaliknya, dorong anak untuk tetap aktif, cukup tidur, makan makanan bergizi, dan menjaga kesehatan mentalnya selama menstruasi.
Menstruasi bukan hanya percakapan satu kali. Orangtua perlu terus membuka ruang diskusi agar anak merasa aman untuk bertanya tentang tubuh, pubertas, dan kesehatannya.
Dengan komunikasi yang baik dan dukungan penuh dari keluarga, anak perempuan akan tumbuh dengan pemahaman yang sehat tentang tubuhnya serta lebih percaya diri menghadapi masa pubertas.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.